Harga Emas Antam Sentuh Rp2,7 Juta per Gram, Investor Mulai Alihkan Portofolio ke Logam Mulia

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:18:31 WIB
Harga emas Antam mencapai Rp2,7 juta per gram, mencatat kenaikan hari ketiga berturut-turut.

KALIMANTAN TENGAH — Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan rekor baru. Pada perdagangan hari ini, harga dasar emas Antam ukuran 1 gram naik Rp6.000 dibandingkan posisi kemarin, dari Rp2.705.000 menjadi Rp2.711.000.

Kenaikan Beruntun Sepanjang Pekan Ini

Ini merupakan kenaikan hari ketiga berturut-turut. Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam sudah menguat lebih dari 1,5%. Harga buyback atau harga yang diterima saat menjual kembali emas juga ikut naik menjadi Rp2.461.000 per gram.

Pergerakan ini mengikuti tren harga emas global yang terus merangkak naik. Harga emas di pasar spot berada di level US$2.340 per troy ons, didorong oleh ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS akan mulai memangkas suku bunga pada kuartal ketiga tahun ini.

Dampak ke Investor: Logam Mulia Kembali Jadi Pilihan

Kenaikan harga emas Antam membuat selisih antara harga jual dan harga buyback kembali melebar. Saat ini selisihnya mencapai Rp250.000 per gram atau sekitar 9,2% dari harga jual. Angka ini lebih rendah dibanding rata-rata historis yang bisa mencapai 10-12%.

Bagi investor yang membeli emas sebagai instrumen investasi jangka panjang, kondisi ini masih memberikan potensi keuntungan yang menarik. Apalagi jika tren kenaikan harga emas global berlanjut seiring pelemahan dolar AS.

Pengaruh ke Pelaku Bisnis Perhiasan

Kenaikan harga emas Antam berdampak langsung pada industri perhiasan. Harga emas perhiasan di toko-toko biasanya mengacu pada harga emas Antam ditambah ongkos pembuatan. Dengan harga dasar yang terus naik, harga cincin, kalung, dan gelang emas di pasaran ikut terangkat.

Pelaku usaha perhiasan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengaku omset penjualan mulai melambat. "Konsumen menahan pembelian, menunggu harga stabil dulu," ujar seorang pedagang yang enggan disebut namanya.

Proyeksi ke Depan: Masih Ada Ruang Naik?

Analis komoditas memperkirakan harga emas masih memiliki ruang untuk naik dalam jangka pendek. Faktor utama yang akan menentukan pergerakan selanjutnya adalah data inflasi AS yang akan dirilis pekan depan. Jika inflasi menunjukkan tanda-tanda melandai, tekanan terhadap harga emas akan berkurang.

Namun, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi. Harga yang sudah naik tinggi dalam waktu singkat membuat risiko jangka pendek semakin besar. Diversifikasi portofolio tetap menjadi strategi yang paling bijak.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: cnbcindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top