Warga Desa Rantau Pulut Keberatan Lahan Sengketa Masuk Kerja Sama Agrinas, Ringowati Minta Klarifikasi Pemkab Seruyan

Penulis: Lukman Hakim  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 00:04:53 WIB
Ringowati dan Sidik menyuarakan penolakan warga Desa Rantau Pulut terhadap masuknya lahan sengketa ke KSO Agrinas.

SERUYAN — Keberatan warga terhadap masuknya lahan sengketa ke dalam program KSO Agrinas mencuat di Desa Rantau Pulut, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Ringowati bersama anaknya, Sidik, menjadi pihak yang paling vokal menyuarakan penolakan tersebut.

Menurut Ringowati, lahan yang dimaksud sudah menjadi objek sengketa sejak beberapa tahun terakhir. Status kepemilikan yang belum tuntas, kata dia, justru berpotensi memicu konflik baru jika dipaksakan masuk dalam kerja sama dengan perusahaan.

Lahan Sengketa Tak Bisa Dipaksakan Masuk Program Kemitraan

Ringowati menegaskan bahwa tanah yang diklaim keluarganya tidak pernah melalui proses musyawarah atau sosialisasi sebelum didaftarkan ke dalam KSO Agrinas. Ia khawatir langkah perusahaan dan pemerintah daerah justru mengabaikan hak-hak warga yang sudah lama mengelola lahan tersebut.

"Kami tidak pernah sepakat lahan ini dimasukkan ke dalam kerja sama. Statusnya masih bersengketa, masak dipaksakan begitu saja," ujar Ringowati saat ditemui di kediamannya, pekan lalu.

Desakan Mediasi ke Pemkab Seruyan

Sidik, anak Ringowati, mendesak Pemerintah Kabupaten Seruyan untuk turun tangan. Ia meminta agar program KSO Agrinas di desanya dihentikan sementara sampai ada kejelasan hukum soal kepemilikan lahan.

"Kami minta Pemkab Seruyan memanggil semua pihak, duduk bersama, dan menyelesaikan sengketa ini dulu. Jangan sampai program yang katanya untuk kesejahteraan malah jadi sumber masalah baru," kata Sidik.

Fakta Singkat Sengketa Lahan di Rantau Pulut

  • Lahan yang dipersoalkan masuk dalam skema KSO Agrinas tanpa persetujuan warga.
  • Ringowati dan Sidik mengklaim lahan tersebut merupakan milik keluarga yang masih bersengketa.
  • Belum ada mediasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Seruyan terkait keberatan warga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Agrinas maupun Pemerintah Kabupaten Seruyan belum memberikan tanggapan resmi atas keberatan yang disampaikan warga Desa Rantau Pulut. Warga berharap ada langkah cepat agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: radarsampit.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top