Lahan Pertanian di Katingan Kuala Terancam? Warga Khawatir Konflik Agraria Akibat Tumpang Tindih Area PT PUM

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 12:45:55 WIB
Warga Katingan Kuala menunjukkan peta yang memperlihatkan tumpang tindih lahan pertanian dengan konsesi PT PUM.

KATINGAN — Warga di Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, mulai resah. Lahan pertanian yang mereka garap selama ini terindikasi tumpang tindih dengan area konsesi PT PUM. Jika tak segera diatasi, persoalan ini dinilai berpotensi memicu konflik agraria di tingkat tapak.

Akar Masalah Tumpang Tindih Lahan

Indikasi tumpang tindih ini pertama kali diketahui warga saat mereka membandingkan batas lahan garapan dengan peta konsesi perusahaan. Sejumlah titik sawit dan kebun warga berada di area yang sama dengan klaim lahan PT PUM. Belum ada angka pasti berapa luas lahan yang bersinggungan, namun warga menyebut dampaknya sudah mulai terasa.

Kekhawatiran Warga: Dari Lahan ke Konflik

Warga khawatir situasi ini berujung pada sengketa lahan terbuka jika tidak ada mediasi dari pemerintah daerah. "Kami hanya ingin kejelasan. Jangan sampai lahan yang sudah kami tanami bertahun-tahun tiba-tiba diambil alih," ujar seorang perwakilan warga yang enggan disebutkan namanya. Kekhawatiran ini beralasan mengingat konflik agraria di daerah lain kerap berakhir dengan bentrok atau kriminalisasi petani.

Fakta Singkat Kasus Tumpang Tindih di Katingan Kuala

  • Lokasi: Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Kalteng
  • Perusahaan: PT PUM (pemegang konsesi di wilayah tersebut)
  • Dampak: Lahan pertanian warga terindikasi masuk area konsesi
  • Risiko: Potensi konflik agraria jika tidak ada penyelesaian

Apa Langkah Pemerintah Daerah?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Katingan maupun PT PUM terkait temuan warga. Warga berharap pemerintah daerah segera membuka ruang mediasi dan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan batas-batas lahan. Tanpa intervensi cepat, kekhawatiran akan konflik agraria di Katingan Kuala bukan sekadar isapan jempol.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: radarsampit.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top