Khatib Iduladha di Sampit Ajak Jemaah Maknai Kurban sebagai Wujud Ketakwaan dan Rasa Syukur

Penulis: Oki Setiawan  •  Rabu, 27 Mei 2026 | 13:17:49 WIB
KH Abdullah memimpin shalat Iduladha dan menyampaikan khutbah di lapangan utama Sampit.

SAMPIT — Ribuan umat Islam di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengikuti shalat Iduladha yang diimami oleh KH Abdullah. Dalam khutbahnya, sang khatib menyampaikan pesan mendalam tentang makna spiritual di balik ibadah kurban yang dijalankan setiap tahun.

Keutamaan Kurban: Lebih dari Sekadar Menyembelih Hewan

KH Abdullah mengajak jemaah untuk tidak hanya melihat ibadah kurban sebagai ritual penyembelihan hewan. Ia menegaskan bahwa esensi dari kurban adalah mendekatkan diri kepada Allah melalui ketakwaan dan rasa syukur yang tulus.

“Kurban adalah bentuk kepasrahan total seorang hamba. Jangan sampai kita hanya sibuk dengan teknis penyembelihan, tapi lupa bahwa yang Allah inginkan adalah ketakwaan kita,” ujar KH Abdullah di hadapan ribuan jemaah yang memadati lapangan.

Harapan Ampunan di Hari Raya

Dalam khutbahnya, khatib juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh umat Islam mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Momen Iduladha, menurutnya, adalah waktu yang tepat untuk membersihkan diri dari dosa dan memperkuat hubungan vertikal dengan Sang Pencipta.

Ia mengingatkan bahwa setiap tetes darah hewan kurban memiliki nilai spiritual yang tinggi di sisi Allah. Oleh karena itu, pelaksanaan kurban harus diiringi dengan niat yang ikhlas dan pemahaman yang benar tentang syariat.

Refleksi Keteladanan Nabi Ibrahim

KH Abdullah juga mengaitkan ibadah kurban dengan kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut mengajarkan tentang ketaatan tanpa syarat dan keikhlasan dalam berkorban demi menjalankan perintah Allah.

“Kisah Nabi Ibrahim bukan hanya cerita masa lalu, tapi pelajaran hidup bagi kita semua. Bagaimana beliau rela meninggalkan anak dan istrinya di lembah tandus, semata-mata karena perintah Allah. Itulah puncak ketakwaan,” tambahnya.

Momentum Memperkuat Solidaritas Sosial

Di akhir khutbah, khatib mengajak jemaah untuk menjadikan Iduladha sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial. Pembagian daging kurban, menurutnya, adalah simbol kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang kurang mampu.

Ribuan jemaah yang hadir tampak khusyuk mengikuti rangkaian shalat dan khutbah sejak pagi hari. Suasana khidmat terasa di lapangan utama Sampit, menandai perayaan Iduladha yang penuh makna bagi umat Islam di wilayah tersebut.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: radarsampit.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top