KALIMANTAN TENGAH — Kepulan asap hitam tiba-tiba membubung dari area belakang dealer BYD yang berlokasi di BSD, Tangerang, Senin (25/5) sekitar pukul 15.30 WIB. Rekaman video yang viral di media sosial memperlihatkan api cukup besar sebelum akhirnya padam satu jam kemudian. Insiden ini sontak memicu kekhawatiran publik, terutama terkait risiko kebakaran baterai mobil listrik.
Head of Marketing PR & Government Relations BYD Indonesia Luther Panjaitan langsung memberikan klarifikasi, Selasa (26/5). Ia menegaskan api tidak berasal dari area penyimpanan baterai atau unit mobil listrik yang dipajang di showroom.
"Gudang penyimpanan sisa gitu, seperti dokumen (tak terpakai) hingga kardus," kata Luther melalui pesan singkat.
Area yang terdampak adalah gudang belakang showroom yang berisi material kertas dan kardus. Api diduga menyambar tumpukan dokumen administrasi yang sudah tidak terpakai. Dari video yang beredar, asap hitam pekat memang membubung dari bagian belakang bangunan, bukan dari area pameran maupun service center.
Laporan kebakaran masuk ke Dinas Pemadam Kebakaran Tangerang Selatan pukul 15.45 WIB. Tiga unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi. Petugas berhasil menjinakkan api dalam waktu kurang dari satu jam.
"Kejadian tersebut telah ditangani dengan cepat, dan saat ini asap sudah sepenuhnya padam," kata Luther.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Karyawan dealer dan pengunjung yang berada di showroom berhasil dievakuasi sebelum api membesar. Beberapa unit mobil listrik yang dipajang di lantai pameran sempat dipindahkan ke lokasi aman sebagai langkah antisipasi.
BYD Motor Indonesia belum bisa menyimpulkan penyebab utama kebakaran. Proses investigasi kini dilakukan oleh tim internal perusahaan bersama pihak kepolisian dan pemadam kebakaran.
"Tapi yang terpenting tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," ujar Luther.
Langkah selanjutnya adalah pembersihan area gudang yang terbakar dan audit ulang prosedur penyimpanan material mudah terbakar. BYD juga akan mengevaluasi sistem deteksi dini kebakaran di seluruh jaringan dealer mereka di Indonesia. Operasional showroom BSD diperkirakan kembali normal dalam satu hingga dua pekan ke depan.
Insiden ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh ATPM kendaraan listrik di Indonesia untuk memperketat standar keselamatan gudang penyimpanan, terutama di area yang menyimpan material non-baterai yang justru lebih rentan terbakar.