SAMPIT — Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak seluruh umat Muslim untuk melaksanakan takbiran secara khusyuk dan tertib. Imbauan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kerap terjadi saat perayaan keagamaan.
PHBI Kotim menyadari bahwa tradisi takbiran keliling dengan iring-iringan kendaraan sudah mengakar di masyarakat. Namun, euforia yang tidak terkendali kerap memicu kemacetan, kebisingan berlebihan, hingga potensi kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, imbauan ini diniatkan untuk menjaga kekhidmatan ibadah sekaligus kenyamanan warga lain yang tidak merayakan.
Dalam pernyataannya, PHBI Kotim meminta agar takbiran dilaksanakan dengan suara yang tidak melampaui batas wajar dan tidak menggunakan pengeras suara secara berlebihan pada jam larangan malam. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aksi konvoi yang dapat memicu gesekan antar kelompok atau mengganggu arus lalu lintas utama di Kota Sampit.
PHBI tidak hanya mengandalkan imbauan formal. Mereka juga menggandeng tokoh agama, pengurus masjid, dan karang taruna di tingkat kelurahan untuk menyosialisasikan pesan ketertiban ini. "Kami berharap para pemuda bisa menjadi teladan dalam menjaga suasana damai saat malam Iduladha," demikian pernyataan dari pihak PHBI Kotim.
Imbauan PHBI ini juga menyentuh aspek toleransi antarumat beragama. Kotawaringin Timur dikenal sebagai daerah dengan keragaman suku dan agama. Suara takbir yang dikelola dengan baik tidak hanya menjadi syiar Islam, tetapi juga cerminan harmoni sosial yang telah terjaga selama ini. PHBI mengingatkan agar tidak ada tindakan yang dapat menyinggung kelompok masyarakat lain.
Dengan imbauan ini, PHBI Kotim berharap perayaan Iduladha tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan penuh makna. Masyarakat diimbau untuk melaporkan potensi gangguan ketertiban kepada aparat keamanan setempat jika diperlukan.