Warga Palangka Raya Galang Dana Rp16 Juta untuk Biaya Pengobatan Korban Pembacokan ODGJ di Jalan Mahir Mahar

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 17:11:01 WIB
Warga Palangka Raya menggalang dana untuk biaya pengobatan korban pembacokan ODGJ.

PALANGKA RAYA — Hingga saat ini, EY (55) masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Palangka Raya. Kondisinya berangsur membaik, namun trauma akibat peristiwa pembacokan yang dialaminya masih membekas.

Trauma dan Mimpi Buruk yang Tak Kunjung Usai

"Kadang masih teringat terus. Kalau malam sering mimpi kejadian di depan warung saya," ujar EY saat ditemui, Rabu (20/5/2026).

Korban diketahui tinggal seorang diri di Palangka Raya. Anak dan keluarganya berada di Kalimantan Timur. Kondisi ini membuat warga sekitar tergerak untuk memberikan dukungan, terutama setelah mengetahui biaya pengobatan yang harus ditanggung.

Donasi Baru Terkumpul Rp3 Juta, Warga Terus Bergerak

Lisna Sidiq, salah satu warga yang ikut menggalang dana, mengatakan inisiatif ini murni muncul dari keprihatinan. "Beliau sendirian di sini, jadi kami berinisiatif membantu semampunya supaya kebutuhan selama dirawat bisa terbantu," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, donasi yang terkumpul baru mencapai Rp3 juta. Padahal, total biaya perawatan diperkirakan menembus angka Rp16 juta. Korban juga mengaku khawatir karena asuransi yang dimilikinya tak bisa digunakan untuk menanggung biaya dalam kasus kekerasan ini.

"Sekarang fokus sembuh dulu. Tapi biaya pengobatan juga jadi pikiran," keluh EY.

Polisi Masih Tunggu Hasil Observasi Kejiwaan Terduga Pelaku

Di sisi lain, proses hukum terhadap terduga pelaku berinisial N (33) masih berjalan. Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto menyebut pihaknya masih menunggu hasil observasi kejiwaan dari Rumah Sakit Jiwa.

"Hasil observasi belum keluar, masih berproses," ujarnya.

Polisi telah mengamankan N di rumahnya yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Sebilah mandau turut disita sebagai barang bukti dugaan penganiayaan tersebut. Korban sendiri berharap telepon genggamnya bisa segera dikembalikan agar dapat menghubungi keluarganya di Kalimantan Timur.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: balanganews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top