Anggaran Belanja Modal di Kas Daerah Minim, DPUPR Barito Selatan Tunda Proyek Jalan dan Jembatan

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27:01 WIB
DPUPR Barito Selatan menunda proyek jalan dan jembatan akibat minimnya anggaran belanja modal di kas daerah.

BUNTOK — Kondisi keuangan daerah yang ketat membuat proyek infrastruktur di Barito Selatan tahun ini belum juga bergerak. Sekretaris DPUPR Barito Selatan Hawinu mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum melaksanakan tender untuk pekerjaan proyek tahun anggaran 2026 karena dana di kas daerah belum mencukupi.

Informasi mengenai minimnya anggaran belanja modal itu diterima dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Kondisi ini telah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD beberapa waktu lalu.

Risiko Tender Tanpa Dana: Uang Muka Tak Bisa Cair

"Kalau dilaksanakan tender terlebih dahulu, nantinya kita akan mengalami kesulitan dalam pencairan uang muka terhadap sejumlah pekerjaan proyek karena dananya masih kurang tersedia," kata Hawinu di Buntok, Selasa.

Pernyataan ini menjelaskan sikap hati-hati pemerintah daerah. Memaksakan tender saat kas daerah belum pulih justru berpotensi menimbulkan masalah baru, terutama bagi kontraktor yang berhak atas uang muka proyek.

Konsultasi ke Jakarta: Harapan Baru untuk Roda Ekonomi

Penjabat Sekda Barito Selatan saat ini tengah menjalani konsultasi ke Jakarta terkait persoalan keuangan daerah. Langkah ini dilakukan agar program dan kegiatan pembangunan bisa berjalan sesuai harapan masyarakat.

Hawinu menekankan, jika proyek infrastruktur bisa berjalan, dampaknya akan langsung terasa pada perekonomian warga di kabupaten berjuluk Dahani Dahanai Tulus Tulus itu.

"Dengan berjalannya program dan kegiatan, tentunya akan berpengaruh pada perekrutan tenaga kerja dalam sejumlah pekerjaan proyek yang dilaksanakan," terangnya.

Selain menyerap tenaga kerja, aktivitas pembangunan juga akan memutar rantai ekonomi pedagang bahan bangunan setempat. Infrastruktur yang terbangun dinilai menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Barito Selatan.

Bukan Hanya Barito Selatan: Daerah Lain Juga Alami Hal Serupa

Hawinu berharap pemerintah pusat bisa merespons positif hasil konsultasi yang dilakukan. Ia menyebut, situasi serupa juga terjadi di sejumlah kabupaten dan kota lain di Indonesia.

"Kita juga berharap pelaksanaan program dan kegiatan bisa berjalan seperti tahun-tahun sebelumnya, sehingga roda perekonomian di daerah ini bisa berjalan dengan lancar," demikian Hawinu.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top