PALANGKA RAYA — Kedatangan Mgr Michael Pawlowicz di Bumi Tambun Bungai disambut langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden. Prosesi penyambutan di Bandara Tjilik Riwut tersebut menandai dimulainya rangkaian agenda penting Gereja Katolik di provinsi tersebut, yang juga melibatkan tamu-tamu internasional dan tokoh agama nasional.
Kehadiran Mgr Michael Pawlowicz merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi Mgr Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka, MSF, yang telah memimpin Keuskupan Palangka Raya selama seperempat abad. Tepat pada Kamis, 7 Mei 2026, Mgr Aloysius genap merayakan 25 tahun tahbisan uskupnya, sebuah tonggak sejarah bagi umat Katolik di Kalimantan Tengah.
Perayaan ini tidak hanya menjadi momentum internal gereja, tetapi juga menjadi cerminan pengabdian panjang kepemimpinan spiritual di daerah. Selama masa tugasnya, Mgr Aloysius dinilai berperan aktif dalam membangun komunikasi lintas iman di Kalimantan Tengah.
Mgr Michael Pawlowicz saat ini memegang peran strategis sebagai pejabat sementara Nunsius Apostolik (Duta Besar Vatikan) di Indonesia. Posisi ini diembannya setelah berakhirnya masa tugas Mgr Piero Pioppo pada September 2025 lalu. Kehadirannya di Palangka Raya membawa pesan diplomatik sekaligus kekeluargaan dari Takhta Suci Vatikan untuk umat di daerah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengapresiasi kunjungan diplomatik ini. Linae Victoria Aden menyatakan bahwa kehadiran perwakilan Vatikan membuktikan bahwa Kalimantan Tengah merupakan wilayah yang aman, nyaman, dan sangat terbuka bagi kunjungan tokoh-tokoh internasional.
Puncak perayaan Pesta Perak Episcopal ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026. Ribuan umat Katolik diprediksi akan memadati Gereja Katedral Santa Maria Palangka Raya untuk mengikuti Misa Syukur yang dipimpin langsung oleh Mgr Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka.
Sejumlah uskup dari berbagai wilayah di Indonesia juga telah mengonfirmasi kehadiran mereka untuk bergabung dalam prosesi ini. Pertemuan besar tersebut diharapkan menjadi ruang penguatan persaudaraan antarumat dan antarimam di bawah naungan Keuskupan Palangka Raya.
Agenda ini menjadi salah satu kegiatan keagamaan terbesar di Palangka Raya sepanjang Mei 2026. Selain aspek spiritual, perhelatan ini diharapkan semakin mengukuhkan posisi Kalimantan Tengah dalam merawat keberagaman dan kerukunan antarumat beragama di tingkat nasional maupun global.