Google resmi memperluas jangkauan fitur kecerdasan buatan (AI) di aplikasi Gmail untuk perangkat bergerak. Pengguna Android dan iOS kini bisa mengakses “AI Inbox” langsung dari bilah navigasi bawah, bersanding dengan tombol Inbox utama. Langkah ini merupakan bagian dari integrasi teknologi Gemini ke dalam ekosistem produktivitas Google.
Fitur AI Inbox memungkinkan pengguna mendapatkan ringkasan percakapan email secara otomatis. Lebih dari sekadar penyortiran, sistem ini mampu menyusun draf balasan yang lebih personal melalui kemampuan “Help Me Write” yang ditingkatkan.
Pengguna bisa meminta Gmail menulis email dengan nada tertentu—formal, santai, atau persuasif—berdasarkan konteks thread sebelumnya. Fitur ini tidak hanya membaca isi email, tetapi juga memahami maksud dan urgensi pesan.
Fitur ini sudah mulai di-rollout ke pengguna Gmail di platform Android dan iOS. Sebelumnya, AI Inbox hanya tersedia di versi web Gmail. Google belum merinci jadwal ketersediaan untuk pasar Indonesia, namun pengguna dengan akun Google Workspace dan pelanggan Google One AI Premium diperkirakan mendapatkan akses lebih awal.
Integrasi ini tidak memerlukan unduhan aplikasi terpisah—semua berjalan di dalam aplikasi Gmail yang sudah ada. Pengguna hanya perlu memastikan aplikasi mereka sudah diperbarui ke versi terbaru dari Google Play Store atau App Store.
Langkah Google ini menempatkan Gmail dalam persaingan langsung dengan layanan email lain yang juga mengadopsi AI. Microsoft, misalnya, sudah lebih dulu mengintegrasikan Copilot ke dalam Outlook untuk fungsi serupa. Perbedaan utama Gmail terletak pada pendekatan personalisasi—AI di Gmail tidak hanya meringkas, tetapi juga menyesuaikan gaya penulisan berdasarkan kebiasaan pengguna.
Bagi pengguna bisnis di Indonesia, fitur ini bisa menjadi penghemat waktu signifikan. Tim yang menangani ratusan email pelanggan per hari, misalnya, bisa memanfaatkan ringkasan otomatis untuk menyortir prioritas tanpa harus membaca setiap thread dari awal.
Google belum mengumumkan jadwal perluasan fitur ini ke lebih banyak bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Namun, dengan basis pengguna Gmail yang besar di Asia Tenggara, adaptasi lokal kemungkinan akan menyusul dalam beberapa bulan ke depan.