Di Pasar Besar Palangkaraya, aroma ikan patin bakar mulai menyeruak sejak pukul 05.00 WIB. Di sinilah pusat kuliner khas Dayak Ngaju dan Banjar berpadu, menciptakan cita rasa yang tidak bisa ditemukan di pulau lain. Sebagai pendatang yang sudah tiga tahun tinggal di sini, saya mencatat 13 makanan yang wajib Anda cicipi—bukan sekadar daftar, tapi berdasarkan pengalaman langsung.
Juhu singkah adalah sayur dari batang rotan muda yang masih empuk. Teksturnya renyah, rasanya asam segar karena dimasak dengan tempoyak (fermentasi durian).
Di Pasar Besar, satu porsi juhu singkah dijual Rp5.000–Rp8.000. Ibu-ibu Dayak biasanya menjualnya dalam kemasan plastik sejak subuh. Tips: minta tambah sambal terasi agar rasa makin naik.
Ikan patin Sungai Rungan terkenal dagingnya tebal dan lemak. Dibakar dengan bumbu kuning dan disiram sambal rawit hijau, ini menu wajib di warung tenda Jalan Yos Sudarso.
Harga per ekor ukuran sedang Rp25.000–Rp35.000. Paling enak dinikmati jam 18.00–20.00 saat ikan masih segar hasil tangkapan nelayan.
Kalumpe berbeda dari tumis daun singkong biasa. Daunnya diulek halus, dimasak dengan santan kental dan ikan asin gabus. Rasanya gurih pekat.
Seporsi kalumpe di RM Sari Bundo (Jalan Diponegoro) hanya Rp12.000. Cocok dimakan dengan nasi hangat dan kerupuk amplang.
Wadi adalah teknik pengawetan tradisional Dayak. Ikan patin difermentasi dengan garam dan beras sangrai, menghasilkan aroma tajam mirip peda tapi lebih kompleks.
Anda bisa membeli wadi mentah di Pasar Besar seharga Rp15.000–Rp20.000 per bungkus. Biasanya digoreng atau dibakar sebelum disantap.
Amplang Palangkaraya berbeda dari versi Samarinda. Teksturnya lebih padat, rasa ikan tenggiri lebih dominan, dan tidak terlalu berminyak.
Satu toples amplang ukuran 250 gram di toh etalase Jalan Ahmad Yani Rp18.000. Pilih yang masih baru—amplang basi cepat melempem karena cuaca lembab.
Ketupat ini dimasak dengan santan dan daun pandan, menghasilkan warna hijau alami. Disajikan dengan sayur gurih dan telur masak habang (telur merah khas Banjar).
Di Pasar Kahayan, seporsi ketupat kandangan Rp10.000. Penjualnya mulai ramai sejak pukul 06.00 pagi.
Berbeda dari sop patin Sumatera, versi Palangkaraya menggunakan belimbing wuluh dan daun kemangi. Kuahnya bening tapi pedasnya menusuk.
RM Patin Mas di Jalan Tjilik Riwut menyajikan seporsi Rp20.000. Datang sebelum jam 12.00 siang—biasa habis dalam 2 jam.
Hidangan penutup khas Banjar yang populer di Palangkaraya. Bola-bola tepung ketan direbus dalam kuah santan manis dengan gula merah dan daun pandan.
Semangkuk hintalu karuang di Pasar Besar Rp7.000. Paling nikmat diminum saat hujan deras—banyak penjual mulai buka pukul 15.00.
Babi panggang di sini dibumbui dengan rempah lokal dan dipanggang di atas bara kayu ulin. Dagingnya empuk, kulitnya renyah.
Harga per porsi di warung Jalan G.Obos Rp25.000. Cocok untuk makan malam bersama teman, biasanya tersedia mulai pukul 17.00.
Sayur asam dari batang pisang muda yang diiris tipis. Dimasak dengan ikan asin dan asam kandis, rasanya segar dan sedikit sepat.
Di Pasar Besar, satu ikat batang pisang siap olah Rp5.000. Ibu-ibu Dayak biasa menjualnya di lantai dasar bagian sayur.
Roti kukus khas ini teksturnya lebih padat dari bolu biasa, dengan rasa pandan alami. Tidak pakai pengawet, jadi hanya tahan 2 hari.
Sepuluh biji roti kukus di toko kue Jalan Kalimantan Rp12.000. Paling laris saat akhir pekan, biasanya habis sebelum jam 10.00.
Minuman tradisional dari gula aren murni, dicampur santan dan es serut. Rasanya manis legit, berbeda dari es campur biasa.
Segelas es gula batu di pinggir Jalan Tjilik Riwut Rp5.000. Penjualnya mulai mangkal pukul 13.00–17.00.
Nasi kuning di sini tidak pakai santan, melainkan minyak samin dan kunyit segar. Lauknya: ayam masak habang, telur goreng, dan serundeng.
Seporsi nasi kuning lengkap di Pasar Kahayan Rp15.000. Paling ramai jam 07.00–09.00 pagi—para pekerja kantoran jadi pelanggan utama.
Apa makanan khas Palangkaraya yang paling terkenal?
Juhu singkah dan ikan patin bakar menjadi ikon kuliner. Keduanya mudah ditemukan di Pasar Besar dan rumah makan sekitar Jalan Yos Sudarso.
Berapa harga makanan di Palangkaraya?
Kisaran Rp5.000–Rp35.000 per porsi, tergantung jenis dan lokasi. Pasar tradisional lebih murah dibanding restoran.
Kapan waktu terbaik belanja kuliner di Pasar Besar?
Pukul 05.00–07.00 pagi. Ikan patin dan sayur khas Dayak masih segar, harga lebih miring.
Apakah ada makanan yang cocok untuk vegetarian?
Kalumpe dan juhu singkah bisa dinikmati tanpa lauk hewani. Tapi pastikan tidak dicampur ikan asin atau tempoyak.
Di mana tempat makan murah di Palangkaraya?
Pasar Kahayan dan tenda-tenda di Jalan Tjilik Riwut. Rata-rata harga Rp10.000–Rp15.000 per porsi.
Palangkaraya menyimpan kekayaan kuliner yang jarang diulas media nasional. Dari juhu singkah hingga es gula batu, setiap hidangan punya cerita dan teknik pengolahan turun-temurun. Datanglah ke Pasar Besar antara pukul 05.00–07.00 pagi—di sanalah denyut kuliner kota ini paling terasa.