Pencarian

Gubernur Kalteng Tinjau Rice Milling Plant di Kotim, Target Beroperasi 2027 Layani Panen 3 Kabupaten

Rabu, 14 Oktober 2026 • 06:03:01 WIB
Gubernur Kalteng Tinjau Rice Milling Plant di Kotim, Target Beroperasi 2027 Layani Panen 3 Kabupaten
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meninjau pembangunan rice milling plant di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (10/10/2026).

SAMPIT — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meninjau langsung pembangunan rice milling plant (RMP) di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (10/10/2026). Peninjauan itu memastikan progres konstruksi fasilitas penggilingan padi modern yang menyasar hilirisasi hasil panen petani setempat.

Agustiar menyampaikan bahwa pembangunan RMP ditargetkan rampung pada 2026 dan mulai beroperasi pada 2027. Menurutnya, fasilitas itu diharapkan mendukung pengolahan hasil panen petani di Kalimantan Tengah.

"Pembangunan ditargetkan selesai tahun ini dan mulai beroperasi tahun depan. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung pengolahan hasil panen petani di Kalimantan Tengah," ujar Gubernur.

Mengapa Kotawaringin Timur Dipilih Jadi Lokasi RMP

Kotawaringin Timur dinilai strategis sebagai lokasi RMP karena menjadi salah satu daerah penghasil padi di Kalimantan Tengah. Posisi itu membuat fasilitas penggilingan dapat menjangkau sentra produksi di sekitarnya.

"Keberadaan RMP diharapkan dapat mempermudah akses pengolahan hasil panen bagi petani, menekan biaya distribusi, serta melayani hasil panen dari kabupaten sekitar, seperti Katingan dan Seruyan," terang Gubernur.

Dengan begitu, petani tidak perlu mengirim gabah ke luar daerah untuk digiling. Biaya angkut dan waktu tunggu pengolahan ikut terpangkas.

Hilirisasi Pertanian dan Nilai Tambah di Daerah

Agustiar menambahkan, keberadaan RMP menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi pertanian dan meningkatkan nilai tambah hasil panen. Pengolahan padi diharapkan dilakukan di Kalimantan Tengah sehingga keuntungannya dinikmati di daerah sendiri.

"Pengolahan hasil panen padi diharapkan dapat dilakukan di Kalimantan Tengah sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati di daerah sendiri. Upaya ini juga perlu diimbangi dengan menjaga produktivitas sektor hulu agar produksi padi dapat berkelanjutan," ungkap Gubernur.

Pernyataan itu menegaskan bahwa hilirisasi di sektor hilir mesti diimbangi pasokan gabah dari hulu. Produktivitas lahan dan ketersediaan benih jadi penentu apakah RMP bisa beroperasi penuh sepanjang tahun.

Respons Pemkab Kotawaringin Timur

Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati menyambut baik pembangunan RMP yang diharapkan mendukung pengembangan sektor pertanian di Kecamatan Teluk Sampit dan sekitarnya.

"Potensi lahan pertanian di Kotawaringin Timur, khususnya Teluk Sampit, perlu dijaga dan dikembangkan untuk meningkatkan produksi serta memenuhi kebutuhan pangan masyarakat," tandas Irawati.

Peninjauan itu turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur Diana Setiawan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kotawaringin Timur, serta jajaran perangkat daerah tingkat provinsi dan kabupaten.

Follow kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haikalteng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks