KUALA KAPUAS — Pemerintah Kabupaten Kapuas meminta seluruh elemen masyarakat, terutama ASN, menjadi garda terdepan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno menegaskan, larangan membakar lahan berlaku mutlak untuk segala keperluan, termasuk saat membuka lahan pertanian maupun sekadar membakar sampah rumah tangga.
Instruksi ini disampaikan Wiyatno di Kuala Kapuas, Selasa (18/8). Ia meminta warga yang menemukan titik api atau indikasi awal kebakaran untuk segera melapor kepada aparat berwenang agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.
Imbauan Hemat Air di Tengah Ancaman Kekeringan
Tidak hanya soal karhutla, Wiyatno juga mengingatkan pentingnya pengelolaan air bersih di tengah musim kemarau. Masyarakat diminta menggunakan air secara bijak dan memperbaiki saluran yang bocor agar air tidak terbuang sia-sia.
"Pelihara dan lindungi sumber air. Jangan mencemari sungai, mata air, dan penampungan air di lingkungan kita," pesannya dalam keterangan resmi yang diterima di Kuala Kapuas.
Ia menambahkan, upaya konservasi juga bisa dimulai dari hal sederhana seperti menanam pohon. Pepohonan dinilai berperan penting dalam menjaga cadangan air tanah serta melindungi bumi dari kekeringan.
Menjaga Hutan untuk Ketahanan Pangan dan Penurunan Stunting
Bupati Kapuas menghubungkan langsung kelestarian lingkungan dengan program pembangunan manusia. Menurutnya, hutan yang terjaga akan menjamin ketersediaan air yang cukup, yang pada akhirnya berdampak pada ketahanan pangan dan gizi masyarakat.
"Lingkungan yang terjaga menjamin ketersediaan air dan pangan yang baik, pangan dan gizi yang cukup akan menurunkan stunting, dan masyarakat yang sehat serta berdaya akan lebih mudah terangkat dari kemiskinan," ujar Wiyatno.
Ia menekankan, upaya ini membutuhkan sinergi lintas instansi dan tidak boleh ada yang saling melempar tanggung jawab. Seluruh pihak diminta aktif menyosialisasikan bahaya karhutla dan pentingnya hemat air kepada keluarga serta tetangga.
"Menjaga hutan berarti menjaga sumber air. Menjaga air berarti menjaga kehidupan kita semua. Keduanya tidak dapat dipisahkan," demikian Wiyatno menegaskan.