Pencarian

Imbal Hasil Treasury AS Tembus 5,31%, Bursa Asia Tertekan Imbas Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir

Selasa, 18 Agustus 2026 • 09:53:31 WIB
Imbal Hasil Treasury AS Tembus 5,31%, Bursa Asia Tertekan Imbas Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir
Imbal hasil Treasury AS tenor 30 tahun menembus 5,31 persen, menekan mayoritas bursa Asia pada perdagangan hari ini.

KALIMANTAN TENGAH — Kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi AS menjadi beban ganda bagi pasar saham Asia. Indeks Shanghai Composite melemah 0,09 persen, Hang Seng Hong Kong turun 0,79 persen, dan Straits Times Index (STI) Singapura merosot 0,95 persen. Adapun Nikkei 225 Jepang terkoreksi 0,91 persen.

Tekanan terbesar datang dari pasar obligasi. Imbal hasil US Treasury tenor 30 tahun naik 0,6 basis poin menjadi 5,3146 persen, level tertinggi dalam lebih dari dua dekade. Sementara imbal hasil tenor 10 tahun bergerak naik 0,8 basis poin ke 4,728 persen.

Dua Bursa yang Justru Menguat di Tengah Tekanan

Di tengah pelemahan mayoritas, dua bursa utama kawasan justru mencatatkan penguatan. ASX 200 Australia naik tipis 0,19 persen, sementara KOSPI Korea Selatan melonjak 1,44 persen. Pasar Seoul baru kembali dibuka setelah libur, sehingga aksi kejar-kejaran harga terjadi lebih agresif.

Eskalasi konflik Timur Tengah menjadi pemicu utama pergerakan hari ini. Pernyataan Tehran yang akan beralih ke postur militer sepenuhnya ofensif memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak global, yang pada gilirannya mendorong harga komoditas energi naik dan memperkuat tekanan inflasi.

Mengapa Imbal Hasil Obligasi AS Menjadi Sentimen Kunci

Kenaikan imbal hasil obligasi AS memiliki efek domino langsung ke pasar saham. Yield yang lebih tinggi membuat obligasi pemerintah semakin menarik dibandingkan ekuitas, sehingga investor cenderung memindahkan dana dari pasar saham ke instrumen pendapatan tetap.

Level 5,31 persen pada tenor 30 tahun menjadi sinyal bahwa pelaku pasar mulai memperhitungkan risiko premi jangka panjang yang lebih besar. Kondisi ini biasanya diikuti oleh tekanan pada sektor teknologi dan properti yang sensitif terhadap suku bunga.

Untuk pasar Indonesia, pergerakan indeks regional ini menjadi indikator awal arah IHSG pada sesi perdagangan hari ini. Pelemahan di Hong Kong dan Singapura berpotensi menular ke bursa domestik, meski faktor domestik seperti data neraca dagang dan aliran modal asing tetap menjadi penentu utama.

Investor disarankan mencermati pergerakan harga minyak dan imbal hasil obligasi AS pada sesi perdagangan malam nanti, karena keduanya akan menentukan sentimen pembukaan pasar besok. Investasi mengandung risiko.

Follow kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks