KALIMANTAN TENGAH — Momen peringatan detik-detik proklamasi selalu menjadi perhatian publik, dan kelancaran upacara di Istana Merdeka menjadi prioritas utama. PT PLN (Persero) menyatakan kesiapan penuh sistem kelistrikan di lokasi upacara dan titik-titik strategis lain di tanah air. Antisipasi dilakukan jauh hari untuk memastikan tidak ada satu pun momen penting yang terganggu oleh masalah listrik.
Lapisan Pengaman Berlapis di Istana Merdeka
Untuk lokasi upacara utama di Istana Merdeka, PLN tidak hanya mengandalkan pasokan normal. Pengamanan diperkuat dengan sistem lima lapis yang dirancang untuk mengantisipasi berbagai skenario gangguan. Skema ini memastikan jika satu lapisan bermasalah, lapisan lainnya langsung mengambil alih secara otomatis.
Selain sistem berlapis, sejumlah peralatan krusial seperti genset dan Uninterruptible Power Supply (UPS) juga disiagakan di titik-titik vital. Ini berfungsi sebagai cadangan instan untuk melindungi peralatan elektronik sensitif dari potensi fluktuasi daya. Personel khusus juga ditempatkan untuk memantau kondisi kelistrikan secara real-time selama rangkaian acara berlangsung.
Siaga Penuh di Seluruh Wilayah Indonesia
Antisipasi tidak hanya terpusat di Jakarta. PLN menegaskan kesiapan serupa untuk upacara bendera yang digelar di berbagai daerah lain di Indonesia. Ribuan personel diterjunkan untuk berjaga di lokasi-lokasi upacara, mulai dari kantor pemerintahan hingga lapangan upacara di daerah.
Pengerahan personel ini dibarengi dengan penyiagaan peralatan pendukung yang memadai di setiap wilayah. Langkah ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung kelancaran agenda kenegaraan, sekaligus memastikan masyarakat yang mengikuti upacara dari rumah tetap mendapatkan pasokan listrik yang stabil.
Dengan pengamanan berlapis dan kesiapan personel di lapangan, PLN berupaya memberikan kontribusi nyata bagi kelancaran perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia, memastikan momen bersejarah ini berjalan khidmat tanpa kendala teknis berarti.