KUALA KURUN — Ribuan warga tumpah ruah di Stadion Mini Kuala Kurun saat Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong menabuh katambung bersama Wakil Bupati, unsur Forkopimda, dan tokoh masyarakat. Tabuhan itu menjadi tanda dimulainya rangkaian peringatan HUT ke-24 Kabupaten Gunung Mas yang mengusung tema “Ekonomi Tumbuh, Gunung Mas Mandiri.”
Dalam sambutannya, Bupati Jaya Samaya Monong menekankan bahwa FBMM bukan sekadar ajang hiburan. “Ini upaya konkret melestarikan seni, budaya, dan tradisi lokal yang diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa arus globalisasi dan teknologi informasi menjadi tantangan besar dalam menjaga identitas budaya daerah.
65 UMKM dan 30 PKL Ramaikan Pasar Rakyat
Pesta Pasar Rakyat menjadi motor penggerak ekonomi warga. Sebanyak 65 pelaku UMKM, 30 PKL, dan enam stan instansi ikut memamerkan produk unggulan daerah. Pemerintah berharap kegiatan ini mampu mendongkrak daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Ketua Panitia HUT ke-24 Gunung Mas, Baryen, menjelaskan bahwa FBMM 2026 mempertandingkan 13 cabang lomba. Kontingen dari 12 kecamatan se-Kabupaten Gunung Mas saling unjuk kemampuan di ajang karnaval budaya, karungut, manyipet, tari daerah, hingga pemilihan putra dan putri pariwisata. “Seluruh peserta diharapkan menjunjung tinggi sportivitas dan menampilkan kemampuan terbaiknya,” kata Baryen.
Operasi Katarak hingga Donor Darah Mewarnai Peringatan
Rangkaian HUT ke-24 Gunung Mas tidak hanya soal festival dan pasar. Pemerintah daerah menggelar gerakan pangan murah, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, operasi katarak, sunatan massal, serta pelayanan keluarga berencana. Kegiatan olahraga masyarakat juga disiapkan untuk memeriahkan peringatan.
Pemkab Gunung Mas menargetkan penyelenggaraan FBMM dan Pesta Pasar Rakyat dapat memperkuat pelestarian budaya, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. “Semua ini menuju Gunung Mas yang mandiri dan sejahtera,” tutup Bupati Jaya Samaya Monong.