SAMPIT — Keberhasilan Bandara Haji Asan Sampit melayani pendaratan perdana pesawat jet berbadan lebar menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur untuk mempercepat pembenahan infrastruktur. Dalam pertemuan dengan Kementerian Perhubungan, Bupati Halikinnor membeberkan sejumlah kebutuhan mendesak yang harus segera direalisasikan.
Akses Jalan Alternatif di Ujung Runway Jadi Sorotan
Salah satu usulan utama yang mengemuka adalah pembangunan pagar knock-down atau sistem buka-tutup di akses jalan alternatif yang berada di sisi timur landasan pacu. Keberadaan jalan ini dinilai berpotensi mengganggu keselamatan operasional penerbangan jika tidak dikelola dengan baik.
“Kami mengusulkan pembangunan pagar knock-down atau sistem buka-tutup pada akses jalan alternatif yang berada di sisi timur landasan pacu,” ujar Halikinnor dalam pernyataannya, Jumat (19/6/2026). Fasilitas ini diharapkan bisa menjaga keamanan bandara tanpa memutus akses mobilitas warga sekitar.
Gedung Damkar Bandara akan Dipindah, Biaya dari APBD
Pemkab Kotim juga berencana merelokasi gedung Pemadam Kebakaran (Damkar) Bandara ke titik yang lebih strategis. Langkah ini diambil agar petugas bisa merespons lebih cepat jika terjadi keadaan darurat di area landasan.
“Rencana tersebut akan diupayakan melalui pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kotim,” beber Halikinnor. Dengan pembiayaan dari kas daerah, proyek ini diharapkan tidak terlalu bergantung pada anggaran pusat dan bisa segera dieksekusi.
Target Jangka Panjang: Perkuat Struktur Landasan untuk Pesawat Lebih Besar
Tidak hanya berhenti pada fasilitas pendukung, Pemkab juga mendorong peningkatan kapasitas bandara melalui program pelebaran runway serta penguatan struktur perkerasan landasan atau Pavement Classification Number (PCN). Pengembangan ini menjadi kunci agar bandara mampu mengakomodasi pesawat dengan kapasitas lebih besar di masa depan.
Menurut Halikinnor, peningkatan kapasitas Bandara Haji Asan Sampit tidak hanya berdampak pada sektor transportasi. “Hal ini juga akan memperkuat konektivitas, mempercepat arus barang dan jasa, serta membuka peluang investasi yang lebih luas bagi daerah,” tambahnya.
Pemkab berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat dapat terus mengalir. Dengan infrastruktur yang lebih mumpuni, Bandara Haji Asan Sampit ditargetkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru bagi Kotim dan kawasan sekitarnya. (dia/matakalteng)