Pencarian

Pemkab Lamandau Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Abdul Ghani, Belasan Peserta Ikut Serta

Jumat, 19 Juni 2026 • 16:33:02 WIB
Pemkab Lamandau Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di RSUD Abdul Ghani, Belasan Peserta Ikut Serta
Belasan warga Lamandau mengikuti operasi bibir sumbing gratis di RSUD Abdul Ghani.

NANGA BULIK — Belasan warga Kabupaten Lamandau yang lahir dengan kondisi bibir sumbing akhirnya bisa tersenyum lebih percaya diri. Pemkab Lamandau menggandeng Yayasan Smile Train dan Yayasan Anugrah Sentosa untuk menggelar operasi gratis di RSUD Abdul Ghani selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Juni 2026.

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kedua yayasan yang telah berkolaborasi. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Smile Train dan Yayasan Anugrah Sentosa. Semoga kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Pendaftaran Masih Dibuka Selama Operasi Berlangsung

Direktur RSUD Abdul Ghani, Mardoni Setiawan, menjelaskan bahwa pihak rumah sakit masih membuka pendaftaran bagi warga yang belum terdata. “Masih bisa. Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat yang membutuhkan masih diberikan kesempatan untuk mengikuti layanan ini,” katanya.

Pemerintah daerah berharap informasi ini menyebar luas ke seluruh pelosok Lamandau. Bupati Rizky secara khusus meminta bantuan insan media dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan program ini ke warga yang mungkin belum tahu.

Harapan Ke Depan: Bukan Hanya Bibir Sumbing

Bupati Lamandau tak hanya puas dengan operasi bibir sumbing. Ia berharap kerja sama dengan Yayasan Smile Train dan Yayasan Anugrah Sentosa bisa terus berlanjut dan diperluas. “Kami ingin kegiatan bakti sosial ini dapat berkembang dengan menghadirkan layanan kesehatan lainnya bagi masyarakat Lamandau,” ucap Rizky.

Senada dengan bupati, Mardoni Setiawan juga berharap kolaborasi ini menjadi pintu masuk bagi program-program kesehatan sosial lainnya di RSUD Abdul Ghani. “Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan berkembang dengan berbagai kegiatan sosial kesehatan lainnya,” tuturnya.

Dampak Medis dan Sosial bagi Penyandang Bibir Sumbing

Operasi bibir sumbing bukan sekadar prosedur medis. Bagi penyandangnya, kondisi ini seringkali menjadi hambatan dalam bernapas, makan, dan berbicara. Secara sosial, mereka kerap menghadapi stigma di lingkungan sekitar.

Melalui bakti sosial ini, Pemkab Lamandau menargetkan peningkatan kualitas hidup para pasien. “Penanganan medis yang tepat bisa mengubah masa depan mereka,” demikian pernyataan resmi dari pihak rumah sakit.

Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks