PALANGKA RAYA — Faridawaty Darland Atjeh menegaskan bahwa peringatan 1 Muharram bukan sekadar seremonial pergantian kalender. Ia menyebut momen ini sebagai kesempatan untuk introspeksi dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
Nilai Hijrah untuk Pembangunan Daerah
Menurut legislator dari Fraksi Nasdem itu, peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah mengandung pelajaran tentang solidaritas dan optimisme. Nilai-nilai tersebut, kata dia, sangat relevan dengan kondisi bangsa yang tengah menghadapi persoalan pembangunan yang tidak sederhana.
Faridawaty menambahkan, kebersamaan antarlapisan masyarakat menjadi modal utama untuk menjawab tantangan tersebut. Ia mendorong agar semangat Tahun Baru Islam dijadikan sarana mempererat ukhuwah dan memperkuat toleransi antarumat beragama.
Harmoni dengan Filosofi Huma Betang
Sebagai wakil rakyat dari Bumi Tambun Bungai, Faridawaty menyoroti modal sosial yang sudah mengakar di Kalimantan Tengah, yakni budaya Huma Betang. Filosofi kebersamaan dan saling menghormati dalam rumah betang dinilainya sejalan dengan ajaran Islam yang mengedepankan persaudaraan dan keadilan.
“Semangat kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Kalimantan Tengah harus terus dijaga. Di tengah berbagai perbedaan, kita tetap harus bersatu untuk membangun daerah yang maju, sejahtera, dan harmonis,” ujar Faridawaty pada Selasa (16/6/2026).
Pesan untuk Generasi Muda Kalteng
Faridawaty mengingatkan bahwa kemajuan infrastruktur fisik tidak akan berarti tanpa diimbangi kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Ia secara khusus mengajak generasi muda Kalteng untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan.
Pemuda, menurutnya, harus menjadikan semangat hijrah sebagai bahan bakar motivasi. “Semangat hijrah harus kita maknai sebagai tekad untuk terus bergerak maju, meningkatkan kualitas diri, memperkuat kepedulian sosial, serta memberikan kontribusi terbaik bagi daerah, bangsa, dan negara,” pungkasnya.