PALANGKA RAYA — Digitalisasi sistem perlindungan sosial di Kota Palangka Raya mulai diperluas cakupannya. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan transformasi ini merupakan fondasi untuk mengubah pola konvensional pengelolaan data kemiskinan menjadi ekosistem digital yang terintegrasi.
Akurasi Data Real-Time untuk Bansos Tepat Sasaran
Sistem yang dibangun pemerintah kota ini dirancang untuk menyajikan data penerima bantuan secara real-time. Dengan begitu, data warga miskin dan penerima bansos bisa terintegrasi dalam satu aplikasi yang akurat dan mudah diakses hingga tingkat kelurahan.
"Digitalisasi perlindungan sosial ini memang dirancang sebagai fondasi dalam mentransformasi tata kelola data dan penyaluran bantuan sosial," kata Riduan di Palangka Raya, Selasa.
Selama ini, pengelolaan data kemiskinan menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kesalahan inklusi dan eksklusi penerima bantuan. Riduan menegaskan, pola konvensional perlu ditingkatkan menjadi sistem digital yang lebih adaptif agar potensi kesalahan data bisa diminimalkan.
Sinergi dengan Bank Indonesia Kalteng
Pemkot Palangka Raya telah menggelar sosialisasi perluasan piloting digitalisasi perlindungan sosial bersama berbagai pihak terkait. Salah satu mitra strategis yang dilibatkan adalah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah.
"Sosialisasi itu merupakan langkah strategis untuk menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan terkait pelaksanaan uji coba sistem perlindungan sosial berbasis digital," ujar Riduan.
Ia menambahkan, pihaknya ingin membangun pemahaman yang sama tentang pentingnya transformasi dari pola konvensional menuju ekosistem digital yang terintegrasi.
Target: Percepatan Pengentasan Kemiskinan
Palangka Raya menjadi salah satu dari tujuh daerah percontohan di Indonesia dalam implementasi digitalisasi perlindungan sosial. Karena itu, sinergi dan komitmen seluruh pihak dinilai penting agar program berjalan optimal.
Melalui sosialisasi tersebut, pemerintah daerah berharap dapat memperkuat komitmen bersama, meningkatkan kesiapan teknis para pemangku kepentingan, serta mendukung keberhasilan implementasi program.
"Digitalisasi perlindungan sosial di Kota Palangka Raya tidak hanya diharapkan sukses sebagai proyek percontohan nasional, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata dalam mempercepat upaya pengentasan kemiskinan," kata Riduan.