Pencarian

Museum Kayu di Palangkaraya Kini Jadi Ruang Belajar Nyata bagi Pelajar, Tak Lagi Gedung Tua Sunyi

Sabtu, 06 Juni 2026 • 12:35:01 WIB
Museum Kayu di Palangkaraya Kini Jadi Ruang Belajar Nyata bagi Pelajar, Tak Lagi Gedung Tua Sunyi
Pelajar Palangkaraya aktif belajar langsung di Museum Kayu yang kini menjadi ruang edukasi interaktif.

PALANGKARAYA — Persepsi generasi muda terhadap museum perlahan berubah. Jika dulu Museum Kayu identik dengan bangunan kuno yang sepi pengunjung, kini para pelajar justru menjadikannya sebagai destinasi belajar alternatif di luar kelas.

Mereka datang tidak sekadar melihat-lihat koleksi kayu khas Kalimantan yang berjejer di etalase. Lebih dari itu, museum ini menjadi laboratorium sejarah dan ilmu pengetahuan alam yang hidup.

Koleksi Kayu Jadi Media Belajar Interaktif

Berbagai jenis kayu unggulan Kalimantan, seperti ulin, meranti, dan gaharu, dipelajari langsung oleh siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Mereka bisa menyentuh tekstur, melihat serat kayu asli, dan membaca informasi ilmiah yang terpajang di setiap sudut ruangan.

“Dulu saya pikir museum isinya barang-barang usang saja. Tapi ternyata di sini saya bisa belajar jenis kayu yang tidak diajarkan di buku,” ujar seorang pelajar SMP yang ditemui di lokasi, Selasa lalu.

Suasana Sunyi Berganti dengan Diskusi dan Tanya Jawab

Pemandangan di Museum Kayu kini berbeda. Ruang-ruang pamer yang dulu hening kini dipenuhi suara diskusi antara siswa dan guru pendamping. Beberapa kelompok terlihat mencatat informasi dari papan koleksi, sementara yang lain berfoto di depan replika alat pengolahan kayu tradisional.

Para guru mengaku terbantu dengan keberadaan museum ini. Materi pelajaran tentang sumber daya alam dan kehutanan yang abstrak di kelas menjadi lebih konkret ketika siswa bisa melihat langsung bukti fisiknya.

Mendorong Minat Belajar Sejak Dini

Perubahan fungsi museum ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan dan warisan alam daerah. Pihak pengelola pun mulai menata ulang beberapa area agar lebih ramah bagi kunjungan pelajar.

“Kami ingin museum bukan hanya tempat menyimpan barang, tapi juga tempat tumbuh ide dan rasa ingin tahu generasi muda,” kata seorang petugas museum di Palangkaraya.

Ke depan, kegiatan seperti workshop pengenalan kayu lokal dan lomba cerdas cermat berbasis koleksi museum direncanakan untuk menarik lebih banyak pengunjung muda. Museum Kayu perlahan membuktikan bahwa masa lalunya yang sunyi kini berubah menjadi masa depan yang penuh suara.

Bagikan
Sumber: radarsampit.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks