PANGKALAN BUN — Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) menggelar Kutaringin Youth Camp 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembentukan karakter pemuda yang kreatif, inovatif, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan kepeloporan.
Wakil Bupati Kobar Suyanto menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset penting yang harus dijaga masa depannya. "Merekalah yang akan melanjutkan pembangunan daerah di masa mendatang," ujarnya di Pangkalan Bun, Jumat.
Youth Camp 2026: Wadah Pembentukan Karakter Pemuda
Kutaringin Youth Camp 2026 menjadi salah satu program unggulan Dispora Kobar dalam membina generasi muda. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengembangan soft skill, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepemimpinan dan kepeloporan.
"Sehingga dengan kegiatan yang positif itu, mereka tidak terpengaruh dengan aktivitas yang merugikan," kata Suyanto.
Balap Liar: Ancaman Nyata bagi Keselamatan dan Ketertiban
Salah satu aktivitas yang menjadi perhatian serius Pemkab Kobar adalah balap liar. Suyanto menyebut praktik ini sangat meresahkan dan mengganggu ketertiban umum. "Tidak hanya itu, balap liar juga sangat membahayakan bagi keselamatan pelaku dan juga pengguna jalan lainnya," ucapnya.
Pendekatan Terpadu: Pembinaan, Edukasi, dan Penertiban
Pemkab Kobar mengedepankan pendekatan terpadu dalam menangani maraknya aktivitas balap liar. Langkah ini meliputi pembinaan, edukasi, dan penertiban yang melibatkan berbagai pihak.
Suyanto mengungkapkan, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan sinergi bersama dengan Kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), serta pemerintah kelurahan dan desa. "Serta unsur terkait lainnya, dalam melaksanakan pengawasan, penertiban dan sosialisasi, guna mencegah terjadinya balap liar," ungkapnya.
Ajakan untuk Generasi Muda: Jaga Ketertiban dan Keselamatan
Wakil Bupati mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keselamatan lingkungan. "Yaitu dengan menghindari aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain," demikian Suyanto.