SUKAMARA — Penyerapan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2026 di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, tercatat 54,75 persen hingga Mei 2026. Angka ini masih memerlukan percepatan agar seluruh program pembangunan desa bisa terealisasi sebelum penutupan tahun anggaran.
Pemkab Sukamara melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terus mendorong pemerintah desa untuk mempercepat proses administrasi dan pelaksanaan proyek fisik. Langkah ini diambil agar realisasi anggaran tidak menumpuk di akhir tahun, yang kerap menghambat kualitas pembangunan.
Fokus Percepatan di 147 Desa
Kepala DPMD Sukamara, Andi Surya, menyebutkan bahwa dari total pagu ADD tahun 2026, sebanyak 147 desa di enam kecamatan telah menerima tahap pertama pencairan. Namun, penyerapan di lapangan masih belum merata.
“Kami minta setiap desa segera menyelesaikan administrasi pertanggungjawaban tahap pertama agar bisa segera mengajukan pencairan tahap kedua. Jangan sampai ada dana mengendap di kas desa,” ujar Andi dalam rapat koordinasi, pekan lalu.
Fakta Singkat Realisasi ADD Sukamara 2026
- Total pagu ADD 2026: Rp 98,2 miliar untuk 147 desa.
- Realisasi hingga Mei: 54,75 persen atau setara Rp 53,8 miliar.
- Sisa anggaran: Rp 44,4 miliar yang harus direalisasikan dalam tujuh bulan ke depan.
Prioritas Penggunaan Dana Desa
Pemkab Sukamara mengarahkan penggunaan ADD untuk program padat karya tunai desa, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan hotmix dan rabat beton, serta pengembangan BUMDes. Langkah ini diambil untuk menggerakkan ekonomi warga sekaligus meningkatkan kualitas akses desa.
Beberapa desa di Kecamatan Balai Riam dan Pantai Lunci, misalnya, telah mengalokasikan dana untuk perbaikan jalan poros desa yang selama ini menjadi keluhan petani karet dan sawit. Proyek ini ditargetkan rampung sebelum musim hujan tiba pada November mendatang.
Kendala di Lapangan
Andi mengakui, masih ada desa yang lambat dalam proses pencairan lantaran keterbatasan sumber daya aparatur desa. Selain itu, cuaca ekstrem beberapa pekan terakhir juga menghambat pelaksanaan proyek fisik di desa-desa yang aksesnya sulit.
“Kami sudah turunkan tim pendamping desa untuk membantu administrasi dan percepatan di lapangan. Target kami, realisasi akhir tahun bisa di atas 95 persen,” pungkasnya.