KALIMANTAN TENGAH — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Selasa (2/6/2026) di zona hijau, namun momentum itu hanya bertahan beberapa menit. Data RTI menunjukkan IHSg kini berada di level 6.140, dibayangi pelemahan tujuh dari sebelas indeks sektoral. Sebanyak 198 saham masih bertahan di zona hijau, sementara 381 saham lainnya stagnan.
Tujuh Sektor Tertekan, Tiga Sektor Masih Hijau
Mayoritas sektor keuangan, konsumer siklikal, dan infrastruktur menjadi pemberat utama. Indeks sektoral yang masih mampu menguat hanya energi, properti, dan kesehatan. Sektor industri juga tercatat positif, namun kontribusinya belum cukup mengangkat IHSG ke zona hijau.
Indeks LQ45 turun 0,28 persen ke 617, sementara IDX30 melemah 0,21 persen ke 348. Indeks syariah JII juga terkoreksi 0,26 persen ke 376. Pelemahan indeks utama ini mengindikasikan tekanan tidak hanya terjadi pada saham lapis bawah, tetapi juga saham berkapitalisasi besar.
Top Gainers: HERO, ARTA, dan PNSE Pimpin Kenaikan
Tiga saham menonjol di tengah pelemahan pasar. PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) memimpin daftar top gainers, diikuti PT Arthavest Tbk (ARTA) dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE). Ketiganya mencatat kenaikan signifikan meski volume transaksi secara keseluruhan masih terbatas.
Volume Tipis, Sinyal Aksi Tunggu Investor
Volume saham yang diperdagangkan mencapai 3,09 miliar saham dengan nilai transaksi Rp2,1 triliun di awal sesi. Angka ini tergolong moderat dan belum menunjukkan adanya aksi beli agresif dari investor. Pola pergerakan IHSG yang cepat berbalik arah kerap menjadi sinyal bahwa pelaku pasar masih wait and see, menunggu katalis domestik maupun global yang lebih jelas.
Jika tekanan jual berlanjut, level support psikologis 6.100 berpotensi diuji dalam beberapa sesi ke depan. Sebaliknya, jika sektor keuangan dan konsumer mampu bangkit, IHSG berpeluang kembali ke kisaran 6.200.