Pencarian

Rupiah Terus Tertekan ke Rp17.878, Konflik Timur Tengah dan Harga Minyak Jadi Biang Kerok

Rabu, 03 Juni 2026 • 10:46:22 WIB
Rupiah Terus Tertekan ke Rp17.878, Konflik Timur Tengah dan Harga Minyak Jadi Biang Kerok
Rupiah melemah ke Rp17.878 per dolar AS di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak.

KALIMANTAN TENGAH — Nilai tukar rupiah dibuka di level Rp17.878 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, melemah 39 poin atau 0,22 persen dibandingkan penutupan sesi sebelumnya. Posisi ini merupakan yang terlemah dalam beberapa pekan terakhir dan hanya berjarak tipis dari level Rp17.900 yang kerap menjadi batas psikologis bagi investor.

Eskalasi Geopolitik Picu Lonjakan Harga Minyak

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan bahwa tekanan terhadap rupiah tidak bisa dilepaskan dari situasi geopolitik global. Eskalasi terbaru di Timur Tengah telah memicu kekhawatiran pasar terhadap prospek perdamaian dan mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia.

"Eskalasi baru di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap prospek perdamaian dan mendorong lonjakan harga minyak dunia. Kondisi ini berpotensi menekan rupiah terhadap dolar AS," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Pergerakan Mata Uang Asia: Bervariasi, Tapi Mayoritas Melemah

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terpantau mixed. Ringgit Malaysia menjadi yang terlemah dengan koreksi 0,25 persen, disusul yuan China yang turun 0,05 persen dan peso Filipina yang melemah 0,03 persen. Sementara itu, won Korea Selatan justru menguat 0,11 persen dan yen Jepang naik tipis 0,03 persen.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pelemahan rupiah bukanlah kasus isolasi, melainkan bagian dari tren global di mana investor cenderung beralih ke aset safe haven seperti dolar AS di tengah ketidakpastian geopolitik.

Implikasi bagi Pelaku Bisnis dan Investor

Pelemahan rupiah hingga mendekati Rp17.900 per dolar AS membawa dampak langsung pada sektor riil. Perusahaan yang menggantungkan bahan baku impor akan menghadapi kenaikan biaya produksi. Di sisi lain, emiten yang pendapatannya dalam dolar—seperti sektor tambang dan komoditas—justru diuntungkan karena nilai pendapatan dalam rupiah meningkat.

Bagi investor pasar modal, pergerakan kurs menjadi indikator penting. Pelemahan rupiah yang berkepanjangan bisa memicu aksi jual oleh investor asing di pasar saham dan obligasi, mengingat imbal hasil riil yang tergerus oleh depresiasi mata uang.

Proyeksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Lukman Leong memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Artinya, level Rp17.900 masih menjadi resistance terdekat yang harus diwaspadai. Jika tembus, bukan tidak mungkin Bank Indonesia akan kembali melakukan intervensi guna menstabilkan pasar.

Investasi mengandung risiko. Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan geopolitik dan data ekonomi global yang akan dirilis dalam waktu dekat.

(sfr)

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks