PALANGKA RAYA — Kepala BKSDA Kalimantan Tengah, Andi Muhammad Kadhafi, menyatakan Novita diselamatkan bersama tim BOSF dengan bantuan TNI dari kawasan Katune yang berdekatan dengan Taman Nasional Sebangau. Proses evakuasi dilakukan setelah satwa dilindungi itu ditemukan dalam kondisi terdampak kebakaran hutan dan lahan.
Novita sempat turun ke lantai hutan yang terbakar sehingga mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Setelah itu, orangutan betina tersebut naik kembali ke atas pohon sebelum akhirnya dievakuasi tim penyelamat.
Dokter hewan BOSF, drh. Agus Fahroni, mengungkapkan hasil pemeriksaan menunjukkan luka bakar pada tangan Novita masuk kategori derajat dua dan tiga. Sementara kedua kaki, baik kiri maupun kanan, mengalami luka bakar derajat empat.
"Secara keseluruhan, luka bakar di tubuhnya itu ada sekitar 14,5 persen sampai 20 persen. Untuk luka bakar di tangan kita identifikasi sebagai luka bakar derajat dua dan tiga. Sedangkan untuk yang di kaki, itu semua kaki kiri dan kanan mengalami luka bakar derajat empat," kata Agus.
Derajat empat berarti kerusakan jaringan sudah mencapai otot hingga tulang. Kondisi inilah yang membuat beberapa jari kaki Novita tidak bisa diselamatkan dan harus diamputasi.
"Beberapa luka bakar yang di kaki itu sampai ke tulang sudah. Jadi luka-luka yang ada di Novita itu membuat jaringan-jaringan kulit sampai ke jaringan ototnya mati," ujarnya.
Ketua Pengurus Yayasan BOS, Jamartin Sihite, menyebut Novita adalah satu dari dua orangutan yang diselamatkan selama karhutla. Dari keduanya, Novita mengalami dampak paling parah karena harus berjalan melewati api untuk mencapai pohon tempatnya memanjat.
"Dia diselamatkan di daerah kebakaran. Untuk sampai ke pohon tempat dia memanjat sebelum kita selamatkan, dia harus berjalan di api. Sehingga telapak kaki dan jari kakinya terbakar," kata Jamartin.
Meski kehilangan beberapa jari, Jamartin menilai kondisi tersebut belum menutup peluang Novita untuk kembali ke alam. BOSF sebelumnya memiliki pengalaman melepasliarkan orangutan dengan kondisi serupa dan tetap mampu bertahan hidup.
"Kami yakin kalau hanya jari kaki yang tidak ada, dia masih bisa untuk kita lepasliarkan nanti," katanya.
Setelah luka Novita sembuh, tim akan mengevaluasi kemampuan memanjat pohon dan mencari makanan di alam. Pelepasliaran hanya dilakukan jika seluruh protokol dan syarat terpenuhi.
"Kalau semuanya berjalan baik dan sembuh, kita akan lihat prosesnya apakah dia masih bisa memanjat pohon dan menemukan makanan di alam. Kalau semua protokol dan syaratnya terpenuhi, maka dia akan kita lepasliarkan kembali ke alam," ujar Jamartin.
Kadhafi menambahkan, penyelamatan satwa terdampak karhutla membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Masyarakat diminta segera melaporkan jika menemukan satwa liar yang terancam atau keluar dari habitatnya akibat kebakaran.
"Kami berharap kolaborasi seperti ini terus diperkuat, termasuk dengan mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan satwa liar yang berada dalam kondisi terancam atau keluar dari habitatnya akibat kebakaran hutan dan lahan," pungkasnya.
Novita saat ini masih berusia sekitar tiga hingga empat tahun. Pada usia tersebut, seharusnya ia masih berada bersama induknya, namun tim hanya menemukannya seorang diri di kawasan terdampak karhutla.