SUKAMARA — Kunjungan kerja orang nomor satu di Provinsi Kalimantan Tengah itu didampingi Bupati Sukamara Masduki, Wakil Bupati Nur Effendi, Ketua DPRD Sukamara, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat. Agustiar menegaskan pembangunan akses penghubung dua provinsi itu terus didorong agar segera fungsional.
Menurutnya, koordinasi lintas wilayah menjadi kunci agar pembangunan jalan tidak berhenti di tengah jalan. Pemerintah Provinsi Kalteng disebutnya terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Kalbar, sementara Bupati Sukamara juga aktif berkoordinasi dengan Bupati Ketapang.
Kawasan Jembatan Jelai dipilih sebagai lokasi peninjauan karena menjadi salah satu titik penting pada ruas penghubung tersebut. Dari pantauan terakhir, sisa ruas yang belum tersambung tinggal beberapa kilometer.
Agustiar menyatakan koordinasi antara Pemprov Kalteng dan Kalbar sudah berjalan terus-menerus. "Kalau koordinasi antara Pemprov Kalteng dan Kalbar sudah dilakukan terus-menerus. Selain itu, Bupati Sukamara juga terus berkoordinasi dengan Bupati Ketapang," kata Agustiar.
Pembangunan jalan lintas provinsi itu juga mendapat sokongan dana dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR sejumlah korporasi yang beroperasi di wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Dukungan tersebut membantu percepatan penyelesaian ruas yang menjadi kewenangan lintas daerah.
Jika akses tersambung dan bisa dilalui kendaraan roda empat, jalur Sukamara–Ketapang diyakini memangkas waktu tempuh masyarakat kedua wilayah. Konektivitas di kawasan perbatasan Kalteng dan Kalbar pun ikut menguat.
Keberadaan jalan itu dinilai strategis untuk menopang aktivitas ekonomi warga. Distribusi barang dan hasil produksi dari kedua wilayah akan lebih lancar, terutama bagi pelaku usaha kecil yang selama ini bergantung pada jalur alternatif.
Pemerintah provinsi berkomitmen terus mendorong koordinasi dengan pemerintah daerah terkait agar pembangunan tuntas dan manfaatnya dirasakan langsung oleh warga. "Harapannya jalan ini bisa segera tersambung dan fungsional, sehingga masyarakat Sukamara maupun Ketapang dapat merasakan manfaatnya," ujar Agustiar.
Target fungsional akhir tahun ini menjadi penanda bahwa ruas penghubung Sukamara–Ketapang bakal segera membuka akses lebih cepat bagi masyarakat di dua provinsi.