Karhutla Kobar Hanguskan 2.655 Hektare Lahan, 17.511 Titik Panas Terekam Sejak Januari

Penulis: Lukman Hakim  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 08:32:01 WIB
Petugas memadamkan api di kawasan jalan lintas Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, Kobar.

PANGKALAN BUN — Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Samuel, menyatakan angka kebakaran masih berpotensi bertambah seiring pemadaman yang belum tuntas di lapangan. Rekapitulasi laporan tim Satgas menunjukkan titik api baru terus muncul di beberapa desa dan kawasan jalan lintas.

Hingga kini, petugas masih melakukan pemadaman di sejumlah lokasi yang tersebar di Kecamatan Arut Selatan dan sekitarnya. Api bahkan kembali membesar di beberapa titik pada Jumat (2/10) malam.

Kumai dan Arut Selatan Jadi Wilayah Terdampak Terluas

Dari total 2.655 hektare lahan yang terbakar, Kecamatan Kumai mencatat luasan terbesar dengan 1.339,26 hektare dan 10.633 titik panas. Angka itu belum termasuk lahan terdampak di kawasan sekitar Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Kecamatan Arut Selatan menyusul dengan 972,62 hektare lahan terbakar dan 4.722 titik panas. Dua kecamatan ini menyumbang porsi dominan dari keseluruhan luas karhutla di Kobar.

Jalan Lintas Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama Jadi Prioritas Pemadaman

Kawasan jalan lintas Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama menjadi salah satu fokus penanganan. Api di kilometer 8 dan 27 kembali membesar pada Jumat malam, dengan perkiraan luasan terbakar mencapai 500 hektare.

Selain di jalur lintas, pemadaman juga dilakukan di Desa Karang Anyar, Desa Tanjung Terantang, dan Desa Tatas, Kecamatan Arut Selatan. Petugas dikerahkan ke titik-titik yang masih menyala untuk mencegah perluasan area terbakar.

Angka Diperkirakan Terus Bertambah

Samuel menyebut jumlah luasan maupun titik panas belum final. Penanganan yang masih berlangsung di lapangan membuka peluang bertambahnya angka rekap harian.

"Jumlah tersebut berdasarkan data rekapitulasi laporan kita dari bulan Januari hingga 3 Oktober 2026, sekitar pukul 07.46 WIB," kata Samuel di Pangkalan Bun, Sabtu.

Ia menambahkan bahwa data luasan Kecamatan Kumai dihitung terpisah dari kawasan TNTP. Pemisahan ini dilakukan agar rekap tidak mencampur area konservasi dengan lahan di luar taman nasional.

"Untuk data jumlah luasan kecamatan Kumai ini di luar dari jumlah luasan lahan yang terdampak pada kawasan sekitar Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP)," ujarnya.

Pemadaman Masih Berlangsung di Lapangan

Tim Satgas Karhutla Kobar belum menghentikan operasi pemadaman. Personel dan peralatan masih dikerahkan ke sejumlah titik yang dilaporkan muncul api.

Perkembangan luas lahan terbakar dan jumlah titik panas akan diperbarui seiring laporan dari lapangan masuk ke BPBD Kobar. Warga di sekitar area terdampak diminta waspada terhadap kemungkinan perluasan api.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: kalteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top