KALIMANTAN TENGAH — Jalan lintas Tangse di Gampong Blang Maloe, Kabupaten Pidie, Aceh, menyuguhkan pemandangan liar berupa ribuan kelelawar bergelantungan di pepohonan dan ratusan monyet ekor panjang yang beraktivitas bebas di habitatnya. Tak ada tiket masuk atau kawasan wisata khusus yang perlu dibeli untuk menyaksikan fenomena ini. Cukup melintasi jalur tersebut, pengendara sudah bisa berhenti sejenak dan mengabadikan satwa liar itu dari tepi jalan.
Keberadaan satwa liar yang bisa diamati dari jarak dekat menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa pun yang melintasi jalur ini. Pengendara kerap memperlambat laju kendaraan, bahkan berhenti untuk memotret atau merekam kelelawar dan monyet yang berada tak jauh dari badan jalan.
Dari tepi jalan, ribuan kelelawar tampak memenuhi ranting-ranting pohon. Tidak jauh dari titik itu, monyet ekor panjang bergerak bebas mencari makanan di sekitar kawasan.
Yang membuat lokasi ini berbeda adalah aksesnya yang terbuka. Tidak ada pagar, tiket, atau fasilitas wisata khusus yang membatasi pengunjung. Satwa-satwa tersebut masih dapat hidup bebas di habitatnya, dan justru itu yang menjadi nilai jual utama kawasan ini.
Fenomena ini dapat dijumpai di sepanjang jalan lintas Tangse, tepatnya di Gampong Blang Maloe, Kabupaten Pidie, Aceh. Lokasinya berada langsung di jalur yang dilalui kendaraan umum, sehingga tidak memerlukan trekking atau perjalanan khusus menuju titik tertentu.
Bagi wisatawan yang datang dari luar daerah, Pidie dapat diakses melalui jalur darat dari Banda Aceh. Informasi terkini soal rute dan kondisi jalan dapat dikonfirmasi ke dinas pariwisata setempat.
Tidak ada tiket masuk untuk menikmati pemandangan ini. Kawasan tersebut bukan kawasan wisata resmi yang dikelola dengan jam operasional tertentu, melainkan ruas jalan lintas yang terbuka untuk umum.
Karena itu, waktu terbaik berkunjung sangat bergantung pada aktivitas satwa. Pengunjung disarankan datang pada pagi atau sore hari ketika kelelawar dan monyet lebih aktif di sekitar pepohonan.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kunjungan tidak mengganggu satwa maupun keselamatan pengendara.
Bagi Gampong Blang Maloe, keberadaan kelelawar dan monyet ekor panjang berpotensi menjadi daya tarik wisata alam. Namun, pemanfaatannya perlu diiringi kesadaran menjaga habitat dan keselamatan satwa.
Jika dikelola dengan baik dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan, fenomena di Gampong Blang Maloe bukan hanya menjadi pemandangan unik bagi pengguna jalan, tetapi juga berpotensi berkembang sebagai salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Pidie.