Kulit Tetap Kering Meski Rajin Pakai Pelembap, Ini 7 Penyebabnya

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Kamis, 24 September 2026 | 16:10:01 WIB
Kulit kering dapat menandakan skin barrier yang mengalami kerusakan.

KALIMANTAN TENGAH — Jessica Wu, MD, dokter spesialis kulit di Beverly Hills, menyebut kulit yang tetap kering sering menandakan skin barrier mengalami kerusakan sehingga air lebih cepat menguap dari permukaan kulit. Masalahnya tak selalu soal kurang pelembap, karena faktor genetik, hormon, hingga lingkungan juga berperan. Berikut tujuh penyebab yang perlu dicek sebelum mengganti produk.

Kulit kering dan kulit dehidrasi sering dianggap sama, padahal keduanya berbeda. Michelle Henry, MD, dokter spesialis kulit sekaligus CEO Skin & Aesthetic Surgery of Manhattan, menjelaskan bahwa kulit kering berarti kulit kekurangan minyak.

Setiap orang punya kecenderungan genetik yang menentukan seberapa banyak minyak diproduksi secara alami. Kalau sejak dulu kulitmu memang kering, kemungkinan tubuh tidak memproduksi minyak dalam jumlah banyak.

Sebaliknya, kulit dehidrasi berarti kekurangan air. Kondisinya lebih sementara dan bukan merupakan jenis kulit.

1. Pelembap Terlalu Ringan

Formula moisturizer yang dipakai bisa jadi belum cukup melembapkan. "Kadang-kadang, formulanya memang terlalu ringan," kata Dr. Jessica.

Gel dengan kandungan hyaluronic acid memang membantu menarik air ke kulit. Namun, kulit yang sangat kering juga butuh lipid untuk mengunci kelembapan tersebut.

Cari pelembap yang menggabungkan beberapa jenis kandungan: humektan seperti hyaluronic acid dan glycerin, emolien seperti ceramide dan squalane, serta oklusif seperti petroleum jelly. Untuk kulit yang benar-benar kering, krim dalam jar biasanya lebih efektif dibanding lotion tipis.

2. Jumlah Pelembap Kurang

Pemakaian moisturizer dua kali sehari umumnya cukup, tapi kebutuhan tiap kulit berbeda. Kalau kulit cenderung sangat kering, pemakaian lebih dari dua kali sehari mungkin diperlukan.

Pastikan juga jumlah yang digunakan cukup untuk memberi lapisan perlindungan. Jika 10 menit setelah memakai moisturizer kulit sudah kembali terasa kencang, bisa jadi formulanya atau jumlahnya belum memadai.

3. Waktu Aplikasi yang Kurang Tepat

Pagi sebelum sunscreen dan makeup serta malam sebelum tidur memang waktu umum memakai moisturizer. Menurut Dr. Jessica, yang lebih penting bukan jam berapa, melainkan seberapa cepat aplikasinya setelah membersihkan wajah atau mandi.

"Saya menyarankan aplikasi pelembap dalam beberapa menit setelah membersihkan wajah, ketika kulit masih sedikit lembap," jelasnya. Kulit yang masih lembap membantu menjaga kelembapan di permukaan.

4. Produk Skincare Lain Mengganggu Skin Barrier

Moisturizer bukan selalu biang masalahnya. Pembersih wajah yang terlalu keras atau penggunaan serum dan bahan aktif berlebihan berpotensi mengganggu skin barrier.

"Jika kamu memakai facial wash berbusa, acid, peeling pad, dan retinoid setiap malam, semua produk tersebut bisa mengganggu skin barrier dan membuat moisturizer tidak bekerja secara optimal," kata Dr. Jessica.

Kalau kulit terasa makin kering, evaluasi kembali seluruh rangkaian skincare, bukan hanya pelembapnya.

5. Perubahan Hormon

Perubahan hormon saat memasuki fase perimenopause atau menjelang menopause bisa berdampak pada kulit. "Salah satu penyebab dari dalam tubuh yang sering tidak disadari pasien adalah menurunnya estrogen yang terjadi saat perimenopause," ujar Dr. Jessica.

Kondisi ini membuat kulit menjadi lebih kering, tipis, dan tiba-tiba lebih sensitif.

6. Lingkungan Terlalu Kering

Ruangan ber-AC yang menyala terus-menerus membuat kulit lebih mudah kehilangan kelembapan. Dr. Michelle menyarankan membawa moisturizer ukuran kecil atau hydrating mist jika lingkungan kerja cenderung kering.

Aplikasikan produk tersebut setiap beberapa jam untuk menjaga kelembapan kulit selama beraktivitas di ruangan.

7. Faktor Genetik dan Usia

Kecenderungan genetik menentukan seberapa banyak minyak yang diproduksi kulit secara alami. Selain itu, seiring bertambahnya usia, kulit secara alami menjadi lebih kering.

Produk tertentu juga dapat memengaruhi produksi minyak atau mengganggu skin barrier, sehingga kulit kehilangan kelembapan lebih cepat dari biasanya.

Kulit kering bisa dialami siapa saja, apa pun penyebabnya. Sebelum mengganti produk, ada baiknya mengecek ulang seluruh rutinitas skincare dan cara aplikasinya.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: wolipop.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top