GWM Wey G9 Resmi Meluncur di BCA Expo 2026, MPV Hybrid Rp 1,158 Miliar

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Senin, 14 September 2026 | 11:06:01 WIB
GWM Wey G9 resmi diluncurkan di BCA Expo 2026 dengan harga mulai Rp 1,158 miliar.

KALIMANTAN TENGAH — Peluncuran ini menandai langkah GWM Indonesia masuk ke segmen MPV premium yang selama ini dikuasai merek Jepang dan Korea. Pilihan BCA Expo sebagai ajang perkenalan perdana menunjukkan target pasar yang dibidik: konsumen urban dengan daya beli menengah ke atas.

"Indonesia adalah negara dengan pasar MPV terbesar di dunia. Sesuai namanya, kendaraan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan perjalanan dalam berbagai skenario," kata Bagus Susanto, Chief Executive Officer Inchcape GWM Indonesia.

Dimensi Terbesar di Kelasnya

Wey G9 punya panjang 5.085 mm, lebar 1.985 mm, dan tinggi 1.900 mm. Wheelbase mencapai 3.085 mm dengan ground clearance 155 mm.

Secara proporsi, Wey G9 mengusung gaya luxury MPV konvensional. Ini berbeda dari Xpeng X9 yang lebih menonjolkan desain futuristik ala kendaraan science fiction.

Kabin dengan Kulkas dan Zero Gravity Seat

Masuk ke kabin, GWM menyematkan sliding door ultra-wide dengan dual-stepping height dan handrail. Tinggi kabin dari lantai mencapai 1.277 mm, sedangkan celah tengah selebar 170 mm.

Ada fitur penyimpan makanan dan minuman yang bisa mendinginkan hingga 0 derajat atau memanaskan sampai 50 derajat. Jok baris kedua memakai zero gravity seat dengan ventilated seat dan fungsi pemijatan. Baris ketiga punya lebar 1.300 mm dan kedalaman 512 mm.

Kaca dua lapis dipasang di 8 jendela. Klaimnya, kekedapan kabin mencapai 63,4 dB pada kecepatan 120 km/jam. Ini membuat sistem audio 21 speaker dengan amplifier 2.440 Watt bisa bekerja maksimal.

Hybrid dan Plug-in Hybrid, Bukan EV Murni

GWM memilih jalur hybrid ketimbang kendaraan listrik murni untuk Wey G9. Keputusan ini dijelaskan langsung oleh Bagus.

"Kehadiran teknologi mobil listrik tentunya memberikan manfaat yang baru, baik dalam hal performa berkendara maupun efisiensi. Namun demikian, tentu ada kebebasan yang hilang, dimana ketika kita membutuhkan perjalanan yang jauh, kebebasan itu terasa berkurang," jelasnya.

Varian plug-in hybrid electric vehicle bisa diisi baterainya seperti kendaraan listrik murni, tapi tetap punya mesin bensin. Pengguna tidak perlu bergantung pada SPKLU.

Sementara hybrid electric vehicle mengisi baterai hanya lewat pengereman regeneratif atau dari mesin bensin. Tidak ada kebutuhan SPKLU sama sekali.

  • Hybrid: mesin bensin 2.000 cc + motor listrik, tenaga 358 PS, torsi 782 Nm
  • Plug-in hybrid: mesin bensin 1.500 cc + motor listrik, tenaga 442 PS, torsi 642 Nm
  • Konsumsi BBM plug-in hybrid: 83,33 km/liter (klaim NEDC)
  • Jelajah motor listrik saja: 170 km

AWD dengan Lima Mode Berkendara

Wey G9 memakai penggerak all-wheel drive dengan mode Standard, Eco, Sport, 4WD, dan Snow. Sistem AWD-nya dilengkapi ITVC Stability Control yang mendistribusikan torsi dalam hitungan milidetik untuk memaksimalkan traksi di jalan licin.

Untuk keselamatan aktif, ada Level 2 Driver Assistance System yang mencakup autonomous emergency braking, lane keep assist, dan adaptive cruise control. Kamera 360 derajat dan transparent chassis membantu meminimalisir blind spot.

Dari sisi keselamatan pasif, GWM menyematkan rangka ultra-high tensile steel, airbag samping 3 baris, dan pelindung baterai berlapis dengan tingkat IP67/IP69 K.

Harga dan Ketersediaan

GWM sudah membuka harga resmi Wey G9 di ajang BCA Expo 2026. Varian hybrid electric vehicle dibanderol Rp 1,158 miliar, sedangkan plug-in hybrid electric vehicle Rp 1,368 miliar.

Belum ada informasi soal pengiriman unit perdana atau periode pre-order. Konsumen yang berminat bisa mengecek langsung ke booth GWM selama pameran berlangsung hingga 13 September 2026.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: soundandmachine.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top