Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Timur turun langsung ke titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang untuk membagikan bantuan suplemen, makanan ringan, hingga masker bagi petugas yang berjibaku memadamkan api. Aksi sosial ini digelar Kamis sore sebagai bentuk kepedulian terhadap petugas gabungan dan relawan yang kelelahan menghadapi kebakaran lahan gambut yang sulit dipadamkan.
SAMPIT — Di sela-sela kepulan asap tebal yang menyelimuti sepanjang Jalan Bumi Raya, Kelurahan Baamang Barat, sejumlah petugas tampak duduk di semak-semak untuk sekadar melepas lelah. Mereka baru saja bergantian menyemprotkan air ke lahan gambut yang terus mengeluarkan api dari dalam tanah. Kehadiran rombongan PWI Kotawaringin Timur yang membawa air mineral, susu, dan masker pun disambut gembira para relawan.
"Walaupun dengan bantuan yang terbatas, kami berupaya ikut berkontribusi membantu upaya kita bersama dalam menanggulangi karhutla. Saat ini, bantuan ini yang bisa kami berikan," ujar Ketua PWI Kotawaringin Timur, Siti Fauziah, di Sampit, Kamis sore.
Bantuan yang dibawa rombongan PWI menyasar beberapa titik kebakaran di Jalan Pelita Barat, Bumi Raya, dan Jenderal Sudirman. Meski demikian, di tengah rasa terima kasih, muncul aspirasi langsung dari lapangan. Adi Wahyudi, koordinator relawan Masyarakat Peduli Api (MPA), mengungkapkan kebutuhan yang jauh lebih mendesak saat ini.
"Terima kasih kawan-kawan dari PWI turut peduli. Bantuan ini sangat bermanfaat. Selain makanan, menurut kami yang saat ini diperlukan petugas adalah bantuan selang untuk pemadam kebakaran. Banyak yang kekurangan selang karena sebagian sudah rusak terbakar saat memadamkan api," kata Adi Wahyudi di sela-sela upaya pemadaman di Jalan Bumi Raya.
Adi Wahyudi bersama kelompoknya telah aktif membantu penanganan karhutla di Kotawaringin sejak beberapa tahun terakhir. Beroperasi dengan biaya swadaya dan dukungan masyarakat, mereka memahami betul karakteristik api di lahan gambut yang tidak mudah ditaklukkan. Api tidak hanya membakar semak di permukaan, tetapi juga merambat ke dalam tanah yang kering bagai serbuk kayu.
Kondisi itu memaksa para relawan berjibaku lebih keras. Mereka bahkan kerap bertahan hingga tengah malam ketika kobaran api hampir menjalar ke permukiman warga. Pemadaman harus dilakukan berulang-ulang agar air benar-benar meresap ke dalam tanah dan api padam total.
"Saya menyarankan, efektifkan pembagian tugas. Kalau ada kejadian baru, kerahkan tim dari Dinas Damkar dan BPBD, selanjutnya relawan seperti kami yang menyisir untuk melanjutkan pendinginan hingga api benar-benar padam," demikian Adi Wahyudi.
Bagi kalangan wartawan, turun ke lokasi kebakaran lahan bukanlah hal baru. Selama ini mereka rutin meliput untuk menyebarkan informasi terkini kepada publik dan menjadi bahan pertimbangan bagi pengambil kebijakan. Namun kali ini, para jurnalis datang dengan cara berbeda: membawa sedikit bantuan logistik untuk petugas di garda terdepan.
"Kami tahu dan menyaksikan sendiri bagaimana beratnya perjuangan petugas di lapangan. Jadi, apa yang kita bantu, mari kita bantu. Dalam bentuk apapun. Kalau ada makanan dan minuman, kita antar ke lokasi supaya mereka tetap kuat dan sehat dalam menghadapi situasi ini. Mereka harapan kita," tegas Siti Fauziah.
PWI Kotawaringin Timur memastikan pemberian bantuan ini akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Dana bantuan tersebut merupakan hasil sumbangan sukarela dari mitra kerja dan anggota PWI setempat, sebagai bentuk nyata dukungan terhadap upaya penanggulangan karhutla yang masih marak di daerah itu.