Chery Q Rp239 Juta dan J6T CSH Jadi Bintang GIIAS 2026: Pilihan Teknologi yang Beda

Penulis: Lukman Hakim  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:41:31 WIB
Chery Q dipamerkan dengan banderol Rp239 juta pada GIIAS 2026 di ICE BSD.

KALIMANTAN TENGAHGIIAS 2026 berlangsung di ICE BSD, dan Chery datang dengan konsep "Rumah Chery" di Hall 8B. Alih-alih fokus pada satu segmen, pabrikan asal Tiongkok ini memamerkan enam model sekaligus: Tiggo 8 CSH, Tiggo 9 CSH, Tiggo Cross CSH, J6T, J6T CSH, dan Chery Q. Pengunjung bisa langsung test drive semua model tersebut di area booth.

Dua Model Utama: Chery Q dan J6T CSH

Chery Q menjadi sorotan utama karena banderolnya yang agresif: Rp239 juta. Angka ini menempatkannya di segmen yang sama dengan kompetitor entry-level EV maupun city car konvensional. Namun, bahan resmi yang dirilis belum menyebutkan spesifikasi detail seperti kapasitas baterai, jarak tempuh, atau fitur keselamatan — jadi keputusan pembelian sebaiknya menunggu data teknis lengkap.

Di sisi lain, J6T CSH mengusung teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV). Sistem ini pada dasarnya adalah EV murni yang dilengkapi generator onboard sebagai pengisi baterai saat daya menipis. Hasilnya: sensasi berkendara tetap mulus dan senyap seperti EV, tapi tanpa rasa khawatir kehabisan daya di perjalanan lintas kota.

Strategi Chery: Satu Atap, Tiga Teknologi

Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit, menegaskan bahwa pendekatan ini lahir dari kebutuhan keluarga Indonesia yang beragam. "Setiap keluarga memiliki kebutuhan mobilitas yang berbeda," ujarnya. Dari situ, Chery menyiapkan pilihan mesin konvensional (ICE), listrik murni (EV), dan hybrid (CSH) dalam satu lini produk.

Strategi ini cerdas di tengah pasar Indonesia yang masih transisi. Infrastruktur pengisian daya belum merata di luar Jawa, sehingga REEV dan CSH memberikan opsi bagi konsumen yang ingin merasakan efisiensi listrik tanpa bergantung penuh pada SPKLU.

J6T CSH: Pre-Book Dibuka, tapi Detail Spek Masih Minim

Pre-book J6T CSH baru dibuka di GIIAS 2026. Sayangnya, materi yang dibagikan belum mencantumkan angka penting: kapasitas baterai (kWh), jarak tempuh listrik murni, total jarak jelajah dengan generator, atau waktu pengisian. Calon pembeli yang serius sebaiknya menanyakan data ini langsung ke petugas booth sebelum menyerahkan uang muka.

Yang perlu dicatat: REEV berbeda dari hybrid konvensional. Mesin bensin pada REEV tidak pernah menggerakkan roda secara langsung — ia hanya berfungsi sebagai generator. Ini berarti efisiensi bahan bakar sangat bergantung pada gaya berkendara dan kondisi jalan.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Booking

  • Harga Chery Q Rp239 juta — kompetitif di atas kertas, tapi bandingkan dengan biaya servis dan asuransi EV di Indonesia yang masih lebih mahal dari mobil bensin.
  • Jaringan layanan purna jual — pastikan dealer dan bengkel resmi Chery tersedia di kotamu, bukan cuma di kota besar.
  • Detail spesifikasi J6T CSH belum lengkap — tunggu data resmi soal jarak tempuh dan garansi baterai sebelum memutuskan.
  • Nilai jual kembali — teknologi REEV masih baru di Indonesia; resale value-nya belum teruji seperti mobil Jepang atau Korea.

Verdict Awal

Chery patut diapresiasi karena berani membawa tiga teknologi sekaligus ke pasar Indonesia. Chery Q dengan harga Rp239 juta berpotensi mengganggu dominasi LCGC dan city car, tapi tanpa detail spesifikasi, masih sulit menilai value-nya secara utuh. J6T CSH menarik untuk keluarga yang sering bepergian jauh, namun pre-book sebaiknya menunggu kepastian garansi dan infrastruktur pendukung.

Untuk keputusan final, tunggu hasil uji jalan independen dan data teknis lengkap dari Chery. Jangan terburu-buru membayar pre-book sebelum semua angka jelas — apalagi untuk mobil dengan harga puluhan juta.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: otomotif.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top