PALANGKA RAYA — Perbaikan jalan rusak di Kalimantan Tengah dinilai tidak bisa hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah pusat. Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Maryani Sabran, mendorong sinergi antara pemda, pusat, dan dunia usaha untuk mempercepat penanganan infrastruktur yang dikeluhkan masyarakat.
Maryani menyebut, di sejumlah wilayah, warga sudah terpaksa bergotong royong menambal lubang di jalan secara mandiri. Hal ini terjadi karena penanganan dari pemerintah dinilai lambat dan belum kunjung dilakukan.
“Kalau hanya spot-spot jalan yang berlubang dan rusak, sebenarnya bisa saja ditangani sementara. Jangan semua harus menunggu anggaran pusat turun,” ujarnya, Jumat.
Politisi itu juga menyoroti peran perusahaan yang beroperasi di Kalteng. Menurutnya, perusahaan yang memanfaatkan ruas jalan untuk aktivitas operasional memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
“Ngapain perusahaan ada di daerah kita kalau masyarakat tidak diperhatikan. CSR harus dilaksanakan, terutama untuk memperbaiki spot-spot jalan yang mereka lewati dalam aktivitas operasionalnya,” tegas Maryani.
Selain keterbatasan anggaran, Maryani menilai kerusakan jalan juga dipicu oleh tingginya aktivitas kendaraan bertonase besar yang melintas dan melebihi kapasitas jalan. Ia menekankan, perbaikan harus menjadi tanggung jawab bersama sambil menunggu realisasi anggaran pusat.
“Harus disadari bersama bahwa kerusakan jalan juga disebabkan aktivitas kendaraan berat yang melebihi kapasitas. Karena itu, perbaikannya juga harus menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.
Maryani berharap pemerintah daerah melalui perangkat terkait lebih aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat agar usulan perbaikan infrastruktur segera ditindaklanjuti. Ia juga meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi agar persoalan jalan rusak yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat segera tertangani.
“Yang pasti, aspirasi masyarakat harus diperjuangkan. Semua pihak harus berkoordinasi dan bergotong royong agar persoalan jalan rusak bisa segera ditangani,” demikian Maryani.