PALANGKA RAYA — Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng Erwin Budiana menegaskan bahwa pihaknya siap terus menyerap hasil panen petani dengan harga sesuai ketetapan pemerintah. Harga Gabah Kering Panen (GKP) ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram, sementara beras kualitas medium di angka Rp12.000 per kilogram.
“Adapun untuk wilayah Kalimantan Tengah, saat ini Bulog telah menyerap gabah hasil panen petani lokal sebanyak 14.130 ton atau 7.258 ton setara beras,” jelas Erwin di Palangka Raya, Rabu.
Erwin memastikan ketersediaan beras di Bulog Kalteng saat ini mencapai 17 ribu ton setara beras. Jumlah itu disebut akan terus bertambah seiring proses penyerapan yang masih berjalan.
“Jadi stok beras di Bulog Kalteng akan sangat aman sampai akhir tahun ini,” tegasnya.
Erwin memaparkan, sebagian besar penyerapan gabah di Kalimantan Tengah berasal dari tiga kabupaten, yaitu Kapuas, Pulang Pisau, dan Kotawaringin Timur. Wilayah-wilayah tersebut saat ini masih dalam masa tanam dan diproyeksikan mulai panen pada akhir Juni hingga awal Juli mendatang.
“Bulog siap untuk terus melakukan penyerapan dengan harga sesuai ketetapan pemerintah,” ujarnya.
Upaya penyerapan ini merupakan bagian dari dukungan nyata Bulog Kalteng terhadap target nasional. Secara nasional, Bulog menargetkan penyerapan sebanyak 3,01 juta ton setara beras atau 75 persen dari target awal sebesar 4 juta ton.
Erwin menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi, hingga seluruh insan Bulog.
“Kinerja Bulog baik untuk Kalimantan Tengah maupun secara nasional ini menjadi bukti Indonesia kian kokoh menuju kemandirian dan ketahanan pangan berkelanjutan,” pungkasnya.