PALANGKARAYA — Seorang kakek berusia lanjut menjadi korban kecelakaan tunggal di Jalan Ahmad Yani Kilometer 12, tepatnya di kawasan Simpang Kodol, pada Senin lalu. Korban mengalami patah tulang kaki kiri setelah sepeda motor yang dikendarainya oleng akibat gundukan aspal di tengah jalan.
Kejadian bermula saat korban melintas di ruas jalan tersebut pada siang hari. Gundukan setinggi sekitar 10 sentimeter yang tidak diberi marka atau rambu peringatan membuat korban kehilangan kendali. Sepeda motor yang dikendarainya langsung oleng dan terjatuh ke sisi kiri jalan.
Warga sekitar yang melihat kejadian langsung memberikan pertolongan pertama. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya menggunakan kendaraan pribadi. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tulang kaki kiri korban mengalami patah di bagian tibia.
"Korban masih menjalani observasi. Kondisinya stabil, namun memerlukan operasi pemasangan pen," ujar salah satu perawat di IGD RSUD Doris Sylvanus yang enggan disebutkan namanya.
Satuan Lalu Lintas Polresta Palangka Raya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Selasa pagi. Petugas mengidentifikasi titik gundukan aspal yang menjadi penyebab kecelakaan. Polisi juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palangka Raya untuk segera melakukan perbaikan.
"Kami sudah memasang rambu sementara di lokasi. Kami juga meminta Dinas PUPR segera meratakan gundukan tersebut agar tidak ada korban berikutnya," kata Kanit Laka Satlantas Polresta Palangka Raya, Iptu Ahmad Fauzi.
Warga sekitar berharap pemerintah kota segera menindaklanjuti temuan ini. Mereka menilai kondisi jalan di kawasan Simpang Kodol sudah lama tidak mendapatkan perawatan optimal. Beberapa titik lain di ruas yang sama juga dilaporkan memiliki gundukan serupa.
Kepala Dinas PUPR Kota Palangka Raya, melalui Kepala Bidang Bina Marga, menyatakan akan menurunkan tim dalam waktu dekat. "Kami akan melakukan inspeksi dan perbaikan di titik-titik yang dilaporkan. Prioritas kami adalah keselamatan pengguna jalan," ujarnya saat dikonfirmasi secara terpisah.
Belum ada kepastian kapan perbaikan akan dimulai. Namun, polisi memastikan akan terus memantau perkembangan penanganan di lapangan. Sementara itu, keluarga korban berencana melaporkan kejadian ini ke Dinas Perhubungan untuk menuntut ganti rugi atas kelalaian pemeliharaan infrastruktur jalan.