KALIMANTAN TENGAH — Rifqi Ali Mubarok resmi memimpin DPW Partai Perindo Jawa Barat. Mantan Ketua KPU Jabar periode 2018-2023 ini dihadapkan pada tantangan besar: membangun relevansi partai di tengah tingginya angka pengangguran muda dan lemahnya penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di provinsi dengan jumlah penduduk terbesar nasional.
Dalam pernyataannya pada Selasa (26/5/2026), Rifqi menyebut Jawa Barat bukan hanya sekadar basis suara, melainkan ruang pembentukan kepemimpinan. Dua isu yang langsung ia sorot adalah pengangguran di kalangan anak muda dan penguatan sektor UMKM.
“Kami akan memastikan kader hadir langsung di tengah masyarakat, membawa solusi atas persoalan ekonomi, terutama pengangguran muda dan penguatan UMKM,” ujarnya.
Rifqi menekankan bahwa partai politik tidak boleh berhenti pada pengenalan simbol. Keberadaan Perindo di Jabar, menurut dia, harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga, bukan hanya dikenal namanya.
Visi itu tidak muncul begitu saja. Rifqi mengantongi gelar doktor Ilmu Manajemen dari Universitas Padjadjaran serta pengalaman sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Bandung sejak 2007. Hampir dua dekade di dunia kampus membentuk cara pandangnya terhadap persoalan sumber daya manusia dan dinamika generasi muda.
Namun, yang membedakan dirinya dari politisi lain adalah pengalaman panjang di dunia kepemiluan. Sebelum memimpin KPU Jabar, ia pernah menjabat Ketua KPU Kota Bandung pada 2013-2018. Pengalaman itu memberinya pemahaman mendalam tentang karakter sosial-politik masyarakat Jabar dan tata kelola organisasi.
Di luar itu, ia aktif di KNPI Kota Bandung, Ikatan Ahli Ekonomi Islam, serta memimpin Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bandung pada 2010-2018. Jejaring organisasi ini menjadi modal untuk menjangkau komunitas akar rumput.
Rifqi memegang filosofi bahwa setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya. Baginya, kepemimpinan bukan sekadar soal posisi, melainkan momentum untuk hadir dan memberi manfaat.
“Ada satu periode di mana orang harus eksis dan berperan besar di situ, tapi ada satu waktu di mana dia harus bergeser ke tempat lain,” tuturnya.
Filosofi itu menjadi pijakan dalam membaca politik di Jawa Barat. Ia ingin Perindo tumbuh bersama masyarakat dan memastikan keberadaan partai memberi dampak nyata. “Kita maju bersama rakyat, kita juga menang bersama rakyat. Harapannya, Perindo tidak hanya dikenal, tapi benar-benar dirasakan oleh masyarakat Jawa Barat,” ujarnya.
Dengan penduduk sekitar 52 juta jiwa, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia. Bagi Rifqi, posisi ini strategis, bukan hanya karena besarnya potensi suara, tetapi juga perannya sebagai laboratorium kepemimpinan nasional.
“Jawa Barat ini penduduknya kurang lebih 52 juta, maka punya peran yang strategis dan penting bagi kita semua,” katanya.
Langkah awal yang akan dilakukan adalah memperkuat struktur partai hingga tingkat ranting dan memastikan kader hadir langsung di tengah warga. Pengalaman Rifqi sebagai mantan penyelenggara pemilu diyakini menjadi nilai tambah untuk membaca peta politik dan kebutuhan konstituen di lapangan.