SAMPIT — Bencana hidrometeorologi basah yang melanda Kotawaringin Timur tak hanya merendam permukiman, tapi juga memicu konflik baru antara warga dan satwa liar. Kepala Bidang Pencegahan Disdamkarmat Kotim, Hery Wahyudi, mengungkapkan bahwa pihaknya kini menerima 10 hingga 15 laporan penyelamatan setiap harinya, naik signifikan dibandingkan rata-rata tiga laporan pada musim kemarau.
Hery menjelaskan, peningkatan ini dipicu oleh genangan air yang merendam habitat alami reptil, terutama di kawasan semak, drainase, dan lahan kosong. “Karena hewan itu mencari tempat yang hangat, makanya ular masuk ke rumah warga,” ujarnya di Sampit, Jumat.
Kondisi ini membuat rumah-rumah yang dekat dengan area hijau menjadi sasaran empuk. Wilayah Kecamatan Baamang, khususnya kawasan Wengga Metropolitan yang merupakan area perumahan baru, tercatat sebagai salah satu zona dengan laporan evakuasi tertinggi. Tak jarang, ular yang muncul adalah jenis kobra berbisa mematikan.
Petugas Disdamkarmat beberapa kali mengevakuasi ular kobra di kawasan Wengga Metropolitan. Hery menduga kemunculan reptil berbisa itu erat kaitannya dengan alih fungsi lahan. “Di wilayah Wengga Metropolitan cukup sering ditemukan ular kobra. Kemungkinan karena kawasan itu dulunya habitat mereka,” ungkapnya.
Selain faktor banjir, lingkungan yang kurang terawat juga menjadi pemicu. Tumpukan barang bekas, rumput tinggi, dan saluran drainase kotor dinilai menjadi tempat persembunyian favorit ular. Masyarakat pun diminta rutin membersihkan halaman dan lingkungan sekitar selama musim hujan masih berlangsung.
Hery mengingatkan warga agar tidak bertindak sendiri saat menemukan ular, terlebih jika tidak memiliki keahlian menangani satwa liar. “Kalau menemukan ular di rumah atau lingkungan sekitar, segera laporkan ke Damkarmat Kotim agar bisa ditangani dengan aman,” imbaunya.
Petugas yang mengevakuasi ular biasanya melepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari permukiman. Namun, untuk jenis berbisa seperti kobra, penanganan dilakukan lebih khusus dengan melibatkan tenaga ahli yang memiliki peralatan memadai. Disdamkarmat Kotim terus bersiaga menghadapi lonjakan laporan selama musim hujan yang diprediksi masih akan berlangsung beberapa pekan ke depan.