KALIMANTAN TENGAH — Selama beberapa tahun terakhir, Samsung mendominasi kategori affordable flagship melalui lini Fan Edition (FE). Rumusnya sederhana: menggunakan DNA seri flagship, memangkas beberapa fitur non-esensial, dan menjualnya dengan harga lebih murah. Namun, kehadiran Honor 600 Pro di awal 2026 ini menunjukkan bahwa strategi "pangkas fitur" Samsung mulai tertinggal oleh agresivitas kompetitor.
Samsung membekali Galaxy S25 FE dengan chipset internal Exynos 2400 dan RAM 8GB. Meski prosesor ini mumpuni untuk kebutuhan harian, Honor mengambil langkah lebih berani. Honor 600 Pro menggunakan Snapdragon 8 Elite, chipset kasta tertinggi yang juga digunakan oleh ponsel ultra-flagship tahun 2025, dipadukan dengan RAM 12GB.
Perbedaan performa antara keduanya cukup terasa, terutama pada efisiensi termal dan kemampuan GPU saat menjalankan beban kerja berat seperti gaming kompetitif. Dengan RAM yang lebih lega 4GB, Honor 600 Pro memberikan ruang lebih luas untuk multitasking dan umur pakai perangkat yang lebih panjang di masa depan.
Sektor baterai menjadi poin di mana Honor memberikan jarak yang sangat lebar. Samsung masih bermain aman dengan baterai 4.900 mAh dan pengisian daya kabel 45W pada S25 FE. Angka ini terlihat konvensional jika dibandingkan dengan Honor 600 Pro yang mengusung baterai raksasa 7.000 mAh (6.400 mAh untuk varian Eropa).
Teknologi pengisian daya Honor juga jauh lebih unggul dengan 80W kabel dan 50W nirkabel, berbanding 45W kabel dan 15W nirkabel milik Samsung. Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi yang jarang bertemu stopkontak, perbedaan kapasitas dan kecepatan pengisian ini menjadi faktor penentu keputusan beli yang krusial.
Di sisi fotografi, Samsung mengandalkan kamera utama 50 MP yang didukung ProVisual Engine dan fitur AI editing yang matang. Namun, secara hardware, kamera telefoto 8 MP pada S25 FE terasa kurang kompetitif untuk standar ponsel di rentang harga Rp 20 jutaan.
Honor 600 Pro menjawab tantangan tersebut dengan sensor utama 200 MP dan kamera telefoto periskop 50 MP yang memiliki kemampuan 3.5x optical zoom. Meski optimasi software Samsung sangat halus, keunggulan sensor fisik Honor memberikan detail foto dan kemampuan zoom yang lebih superior di berbagai kondisi cahaya.
Layar Galaxy S25 FE memiliki bentang 6,7 inci Dynamic AMOLED 2X dengan tingkat kecerahan puncak 1.900 nits. Di sisi lain, Honor 600 Pro menawarkan panel AMOLED 6,57 inci yang sedikit lebih kecil namun lebih tajam dengan resolusi 1264 x 2728 piksel.
Satu fitur yang menonjol pada Honor adalah 3.840Hz PWM Dimming. Teknologi ini berfungsi mengurangi kedipan layar (flicker) pada tingkat kecerahan rendah, sehingga mata tidak cepat lelah saat menggunakan HP dalam durasi lama. Honor juga mengklaim tingkat kecerahan puncak hingga 8.000 nits, angka yang sangat masif untuk penggunaan di bawah terik matahari.
Di pasar Inggris, Samsung Galaxy S25 FE (8GB/512GB) dibanderol seharga £919 atau sekitar Rp 20,4 juta (kurs Rp 16.500/USD). Sementara itu, Honor 600 Pro dengan varian lebih tinggi (12GB/512GB) dijual lebih murah di angka £899,99 atau sekitar Rp 20 jutaan.
Samsung tetap memiliki keunggulan pada ekosistem One UI 8 berbasis Android 16 yang sangat stabil dan dukungan pembaruan software jangka panjang. Namun, secara value for money dari sisi hardware, Honor 600 Pro menawarkan paket yang lebih lengkap bagi mereka yang tidak terlalu terikat pada ekosistem brand tertentu.
Apa perbedaan performa Snapdragon 8 Elite dan Exynos 2400?
Snapdragon 8 Elite merupakan chipset flagship generasi terbaru yang menawarkan performa CPU dan GPU lebih tinggi serta efisiensi daya yang lebih baik dibandingkan Exynos 2400 yang merupakan chipset generasi sebelumnya.
Apa kegunaan PWM Dimming pada layar Honor 600 Pro?
PWM Dimming tinggi (3.840Hz) bertujuan untuk meminimalkan kelelahan mata dan sakit kepala bagi pengguna yang sensitif terhadap kedipan layar, terutama saat menggunakan ponsel di ruangan gelap atau dengan kecerahan rendah.