Biaya Full Tank Mitsubishi Pajero Sport Kini Tembus Rp 1,5 Juta

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:13:01 WIB
Biaya pengisian bahan bakar Mitsubishi Pajero Sport kini mencapai Rp 1,5 juta per full tank.

Biaya operasional mobil diesel modern di Indonesia mengalami pembengkakan signifikan menyusul penyesuaian harga bahan bakar nonsubsidi. Pengguna SUV dan MPV bermesin diesel kini harus menyiapkan dana ekstra besar untuk menjaga mobilitas harian mereka tetap berjalan normal.

Lonjakan Biaya Pengisian Hingga Tiga Kali Lipat

Kenaikan harga Dexlite dan Pertamina Dex memberikan dampak langsung pada pengeluaran rutin pemilik kendaraan. May (68), seorang warga Jakarta yang mengandalkan Mitsubishi Pajero Sport untuk aktivitas harian, merasakan perbedaan drastis pada tagihan pengisian bahan bakarnya.

"Luar biasa mahalnya, naiknya sampai dua kali lipat. Dulu Rp 500 ribu tuh udah full tank, sekarang full tank harus Rp 1,5 juta," ujar May saat memberikan keterangan di Jakarta.

Kenaikan ini sejalan dengan harga jual Dexlite yang kini menyentuh angka Rp 26.000 per liter. Sementara itu, bagi pengguna yang memilih kualitas lebih tinggi, Pertamina Dex dibanderol seharga Rp 27.900 per liter, yang secara otomatis melambungkan biaya pengisian tangki kapasitas besar.

Daftar Harga BBM Diesel di SPBU Swasta

Kenaikan tren harga ini tidak hanya terjadi di SPBU pelat merah. Sejumlah operator SPBU swasta seperti BP dan VIVO juga terpantau mematok harga yang cukup tinggi untuk produk diesel unggulan mereka.

Berikut adalah rincian harga BBM diesel nonsubsidi terbaru di beberapa SPBU:

  • Pertamina: Dexlite Rp 26.000/liter, Pertamina Dex Rp 27.900/liter.
  • BP: Diesel Primus Rp 29.890/liter.
  • VIVO: Diesel Primus Rp 30.890/liter.

Selisih harga yang cukup lebar dibandingkan beberapa bulan lalu membuat para pemilik mobil diesel berpikir ulang sebelum melakukan perjalanan jauh. Angka Rp 30.000-an per liter menjadi catatan sejarah baru bagi harga bahan bakar diesel di pasar domestik.

Kekhawatiran Kerusakan Mesin dan Perubahan Gaya Hidup

Meski biaya membengkak, banyak pemilik mobil diesel enggan beralih ke BioSolar yang disubsidi pemerintah. Ketakutan akan kerusakan komponen mesin, terutama pada sistem common rail yang sensitif terhadap kualitas bahan bakar, menjadi alasan utama tetap bertahan di jalur nonsubsidi.

"Takutnya mesinnya rusak kalau ke biosolar atau Pertalite, takutnya enggak cocok. Mau ganti mobil apaan? Ya udah pasrah aja," tambah May mengenai keputusannya tetap menggunakan BBM mahal demi menjaga keawetan mesin Pajero Sport miliknya.

Di sisi lain, Ari (37), pengguna Toyota Innova diesel lansiran 2019, memilih strategi berbeda untuk menyiasati kenaikan harga yang mencapai hampir 100 persen ini. Karyawan di kawasan Mega Kuningan ini mulai membatasi penggunaan mobil pribadinya dan beralih ke moda transportasi publik.

"Jadi males pakai mobil yang diesel. Weekend sebisa mungkin enggak pakai mobil tersebut. I choose to ride bus nowadays," kata Ari. Ia kini lebih sering memanfaatkan layanan TransJakarta untuk rute harian Bintaro-Jakarta Selatan guna menekan biaya hidup keluarganya yang mulai tergerus harga BBM.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top