Pencarian

Dokter Ray Basrowi Ingatkan Asupan Serat Kunci Pencernaan Anak, 58 Persen Gangguan Cerna Picu Tantrum

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 10:46:32 WIB
Dokter Ray Basrowi Ingatkan Asupan Serat Kunci Pencernaan Anak, 58 Persen Gangguan Cerna Picu Tantrum
Pakar kesehatan masyarakat Dr.dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK. berbicara dalam diskusi "Pencernaan Sehat, Kecerdasan Anak Optimal" di Jakarta, Kamis.

Pakar kesehatan masyarakat Dr.dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK. menegaskan kecukupan serat jadi penentu kesehatan pencernaan anak, bukan sekadar pelengkap gizi. Dalam diskusi "Pencernaan Sehat, Kecerdasan Anak Optimal" di Jakarta, ia menyebut triliunan bakteri baik di saluran cerna anak butuh serat agar bekerja optimal. Penelitian 2025 mencatat 58 persen anak dengan gangguan fungsi pencernaan menunjukkan tanda disregulasi emosi.

JAKARTA — Ray Wagiu Basrowi menyoroti peran serat yang sering dianggap remeh dalam menu harian anak. Dokter yang ikut menginisiasi Gut and Immunity Council di Indonesia itu menyebut bukti klinis dari penelitian di Indonesia sudah cukup kuat.

"Yang terbukti secara klinis dan sudah dibuktikan oleh penelitian di Indonesia adalah memberikan asupan zat-zat bergizi yang dapat membuat sistem pencernaan itu bekerja dengan baik, dan ternyata sesimpel kasih serat yang cukup," katanya di Jakarta, Kamis.

Triliunan Bakteri Baik di Saluran Cerna Anak Butuh Serat

Di dalam saluran cerna anak, menurut Ray, hidup triliunan bakteri baik yang membantu proses pencernaan. Bakteri-bakteri itu tidak bisa bekerja tanpa pasokan serat yang memadai.

Sumber serat paling mudah ditemukan di dapur: sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Masalahnya, anak di bawah lima tahun kerap menolak sayur dan buah. Orang tua diminta bersiasat, bukan menyerah.

Inulin, FOS, dan GOS Jadi Opsi Saat Anak Sulit Makan Sayur

Ray menyebut produk pangan yang diperkaya serat seperti inulin, fruktooligosakarida (FOS), dan Galakto-oligosakarida (GOS) bisa jadi jalan lain memenuhi kebutuhan serat anak.

"Secara klinis ketiga serat itu terbukti selain bisa membuat kolonisasi bakteri itu bagus, dan bikin short chain fatty acid atau zat-zat asam di perut bisa lebih banyak dikeluarkan," ujarnya.

Dampaknya langsung terasa di saluran cerna. "Supaya nantinya feses anak tidak jadi lunak, tidak kolik, dan tidak konstipasi. Bahkan bisa kirim sinyal bagus juga ke otak dan akhirnya regulasi emosi anak lebih bagus," tambahnya.

Gangguan Cerna Bikin Anak Mudah Marah dan Tantrum

Masalah pencernaan tidak berhenti di perut. Ray menyebut anak yang mengalami gangguan cerna cenderung lebih mudah marah, cemas, dan tantrum.

Temuan itu sejalan dengan penelitian berjudul "Breaking the cycle: Psychological and social dimensions of pediatric functional gastrointenstinal disorders" yang dipublikasikan di World Journal of Clinical Pediatrics pada 2025. Sekitar 58 persen anak dengan gangguan fungsi pencernaan menunjukkan tanda-tanda disregulasi emosi.

Bagi orang tua di Kalimantan Tengah, pola makan keluarga jadi kunci. Menambah porsi sayur dan buah lokal, atau memilih pangan kaya serat, jauh lebih murah dibanding menangani gangguan cerna anak yang berulang.

Follow kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks