Pencarian

BTN Siapkan Plafon Rp 3 Triliun untuk Holding Pangan ID FOOD

Jumat, 02 Oktober 2026 • 08:37:01 WIB
BTN Siapkan Plafon Rp 3 Triliun untuk Holding Pangan ID FOOD
Penandatanganan nota kesepahaman pembiayaan antara BTN dan Holding Pangan ID FOOD di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

KALIMANTAN TENGAH — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyiapkan plafon pembiayaan hingga Rp 3 triliun untuk BUMN Holding Pangan ID FOOD, dituangkan lewat nota kesepahaman yang ditandatangani di Jakarta, Kamis (1/10/2026). Fasilitas ini menyasar modal kerja, offtake komoditas strategis, transaksi, hingga digitalisasi rantai pangan. Langkah BTN menegaskan perbankan pelat merah kian dalam masuk ke sektor pangan, salah satu fondasi ketahanan ekonomi domestik.

Paragraf pembuka: Kerja sama itu memperluas kemitraan yang sudah berjalan sejak 2024, ketika BTN mulai membiayai berbagai aktivitas ID FOOD Group. Total fasilitas pembiayaan yang sudah terpakai dalam sejumlah lini bisnis ID FOOD Group kini mencapai sekitar Rp 5 triliun. MoU terbaru menjadi pijakan untuk membawa kolaborasi ke tahap berikutnya.

Dari Beras sampai Susu: Ke Mana Dana Rp 3 Triliun Mengalir

Fasilitas pembiayaan senilai Rp 3 triliun akan dimanfaatkan untuk kebutuhan modal kerja, offtake komoditas strategis, transaksi, hingga digitalisasi. Komoditas yang menjadi sasaran mencakup beras, gula, minyak goreng, serta pangan strategis lainnya.

Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo menegaskan pembiayaan itu menyasar kemampuan perusahaan menyerap hingga mendistribusikan komoditas pangan. Menurut dia, semakin kuat kemampuan offtake, semakin besar kapasitas ID FOOD menghubungkan produksi dengan pasar.

"Dukungan pembiayaan ini akan memperkuat kemampuan kami dalam menyerap, mengelola, dan mendistribusikan komoditas pangan strategis. Semakin kuat kemampuan offtake, semakin besar pula kapasitas ID FOOD untuk menghubungkan produksi dengan pasar secara lebih efektif," ujar Ghimoyo dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).

Sebelumnya, BTN telah menyalurkan pembiayaan ke ID FOOD Group untuk Program Bantuan Pangan Stunting, pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), hingga bisnis beras, gula, garam, benih padi, dan susu.

Supplier, Pedagang, sampai Karyawan Ikut Jadi Sasaran Layanan

Kerja sama kedua perusahaan tidak berhenti di pembiayaan korporasi. Produk dan layanan BTN akan diarahkan menjangkau supplier, vendor, distributor, buyer, kontraktor, pedagang, mitra usaha, serta karyawan dalam jaringan ID FOOD Group.

Di sisi internal, sekitar 1.600 rekening karyawan RNI, PPI, BGR Logistik, dan Rajawali Nusindo sudah memakai layanan payroll BTN. Digitalisasi juga mulai diterapkan lewat revitalisasi Kantin ID FOOD serta pemanfaatan QRIS dalam ekosistem Bale by BTN.

"Ekosistem pangan melibatkan banyak pelaku. Karena itu, manfaat kerja sama ini harus dirasakan bukan hanya oleh korporasi, tetapi juga supplier, distributor, buyer, pedagang, dan mitra usaha melalui transaksi yang lebih cepat, mudah, dan efisien," kata Ghimoyo.

Warung Pangan dan Ambisi Rantai Distribusi yang Lebih Efisien

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menilai ID FOOD punya posisi strategis sebagai Holding BUMN Pangan. Ketahanan pangan, menurut dia, termasuk fundamental utama kekuatan ekonomi domestik.

"Dengan demikian, ID FOOD memiliki multiplier effect yang luas terhadap berbagai pelaku ekonomi, mulai dari petani, peternak, nelayan, supplier, distributor, merchant UMKM, hingga konsumen. Karena itu, semakin efficient dan connected ekosistem ID FOOD, semakin besar pula kontribusinya dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan perekonomian nasional," beber Nixon.

Salah satu potensi besar ID FOOD yang disorot BTN adalah pengembangan Warung Pangan. BTN siap mendukung ekosistem itu, mulai dari payment dan collection, transaksi supplier, hingga kebutuhan finansial mitra Warung Pangan, termasuk potensi pembiayaan bagi pelaku usaha di dalamnya.

"BTN ingin terhubung dalam seluruh transaction flow ID FOOD. Dari supplier, distributor atau mitra, Warung Pangan, hingga konsumen. Kolaborasi ini bukan hanya soal financial value. Lebih dari itu, kami ingin ikut membangun rantai distribusi pangan yang semakin efficient, inclusive, dan connected," tutup Nixon.

Penutup: Bagi BTN, masuk lebih dalam ke ekosistem pangan berarti memperluas basis nasabah di luar segmen perumahan yang selama ini jadi tulang punggung. Bagi ID FOOD, plafon Rp 3 triliun menambah ruang gerak untuk menjaga pasokan pangan strategis tetap mengalir dari petani hingga konsumen.

Follow kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks