KALIMANTAN TENGAH — General Motors melalui divisi GMC resmi memamerkan dua konsep kendaraan listrik anyar: Hummer X SUV dan Hummer X Pickup. Keduanya merupakan versi perkecil dari Hummer EV raksasa yang saat ini dijual di pasar global. Dalam pengumuman resmi, GMC menyebut konsep ini hanya sebagai ajang uji coba teknologi dan estetika baru, bukan indikasi peluncuran model produksi.
“Konsep-konsep ini tidak dimaksudkan untuk produksi,” demikian pernyataan resmi GMC dalam rilis yang dikutip dari Car and Driver. Meski demikian, kehadiran Hummer X tetap menarik perhatian karena menawarkan proposisi lebih realistis untuk segmen off-road ukuran medium.
Dimensi Lebih Kompak, Jarak Sumbu Roda Setara Bronco dan Wrangler
Hummer X SUV memiliki wheelbase 116 inci—hanya 0,1 inci lebih pendek dari Ford Bronco—dan masuk dalam kisaran Jeep Wrangler empat pintu yang mencapai 118,4 inci. Dari segi panjang keseluruhan, SUV ini hanya 188 inci, delapan inci lebih pendek dari Hummer EV SUV versi produksi.
Untuk varian Pickup, wheelbase tercatat 130,7 inci dengan panjang total 207,3 inci. Angka itu masing-masing lebih pendek lima dan sepuluh inci dari versi produksi saat ini. Perubahan dimensi ini membuat kedua konsep tampak lebih proporsional untuk medan off-road yang sempit.
Desain Atap Datar dan Atap Merah untuk Varian SUV
Secara visual, Hummer X masih mudah dikenali sebagai bagian dari keluarga Hummer. Varian SUV tampil dengan pendekatan multi-tone, menggunakan atap berwarna merah yang kontras. Panel bodi juga mengalami perubahan dengan potongan panjang di sepanjang garis pinggang, sementara atap datar tetap dipertahankan pada kedua varian.
Perubahan ini memberikan kesan lebih segar tanpa meninggalkan DNA desain Hummer yang khas. Namun semua elemen ini masih bersifat konseptual dan belum tentu hadir di model produksi mendatang.
Hummer Hub dan Drone Pemantau Medan Jadi Fitur Andalan
GMC menyematkan sejumlah fitur khas mobil konsep pada Hummer X. Salah satu yang paling menonjol adalah Hummer Hub, kumpulan aplikasi yang dirancang untuk mendukung aktivitas off-road. Selain itu, tersedia drone pengintai yang bisa diterbangkan ke depan jalur untuk mendeteksi rintangan secara langsung, lalu kembali dan mendarat sendiri di kendaraan.
Fitur ini menunjukkan arah pengembangan teknologi off-road masa depan. Namun lagi-lagi belum ada kepastian kapan—atau apakah—fitur serupa akan masuk ke lini produksi GMC.
Tidak Ada Rencana Produksi, Fokus pada Pengembangan Teknologi
Jack Fitzgerald, jurnalis Car and Driver yang menulis laporan ini, menekankan bahwa GMC sejak awal sudah menyatakan status konsep ini sebagai laboratorium berjalan. “Konsep-konsep ini adalah test bed untuk teknologi dan estetika baru,” tulisnya. Artinya, konsumen yang berharap melihat Hummer X meluncur di diler harus bersabar—atau mungkin tidak akan pernah melihatnya sama sekali.
Bagi penggemar off-road di Indonesia, kehadiran konsep ini setidaknya memberikan gambaran bahwa segmen kendaraan listrik medium tetap menjadi perhatian pabrikan global. Namun tanpa konfirmasi produksi, Hummer X masih sekadar wacana menarik dari Detroit.