KALIMANTAN TENGAH — Dolphin G akan mulai dijual di Inggris pada musim gugur tahun ini dengan harga perkiraan mulai dari bawah £20.000 atau sekitar Rp 400 juta (kurs Rp 16.000 per GBP). Model ini merupakan saudara dari Dolphin Surf EV dan dirancang untuk bersaing langsung dengan Renault Clio, Volkswagen Polo, dan Toyota Yaris. Namun, berbeda dengan kompetitornya yang hanya mengandalkan mild-hybrid atau full-hybrid, BYD membekali Dolphin G dengan teknologi PHEV penuh.
Teknologi Super Hybrid: Mesin Bensin Jadi Generator
BYD belum merinci detail lengkap sistem Super Hybrid yang digunakan. Namun, dari informasi yang beredar, sistem ini mirip dengan yang dipasang di SUV kecil Atto 2 DM-i. Konfigurasinya menggabungkan mesin bensin 1.500 cc yang berfungsi sebagai generator untuk motor listrik yang menggerakkan roda depan.
Artinya, mesin bensin tidak langsung memutar roda, melainkan hanya mengisi daya baterai saat habis. Pendekatan ini memungkinkan Dolphin G beroperasi layaknya mobil listrik murni di sebagian besar kondisi, dengan mesin bensin sebagai cadangan untuk perjalanan jarak jauh.
Target Pasar dan Strategi Eropa BYD
Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, menyebut segmen B Eropa sebagai salah satu bagian terpenting dari pasar. Ia ingin Dolphin G “mendefinisikan ulang apa yang bisa diharapkan pelanggan dari mobil kompak di era listrik.”
Model ini menjadi yang pertama dari rencana jajaran mobil segmen B dan C yang dikembangkan BYD spesifik untuk Eropa. Sebelumnya, Li juga menegaskan bahwa “tujuannya adalah agar pelanggan menganggap BYD sebagai merek Eropa.” Langkah ini diperkuat dengan rencana produksi Dolphin G di pabrik baru BYD di Hungaria.
Spesifikasi Lengkap Baru Akan Diungkap Juni 2025
BYD menjanjikan detail lengkap mengenai spesifikasi teknis Dolphin G akan diumumkan saat peluncuran resmi pada Juni 2025. Yang pasti, klaim jarak tempuh 621 mil menjadikannya salah satu supermini PHEV dengan jangkauan terjauh di kelasnya.
Untuk pasar Indonesia, BYD belum memberikan konfirmasi apakah Dolphin G akan dibawa masuk. Namun, melihat tren elektrifikasi yang semakin agresif di Tanah Air, bukan tidak mungkin model ini menjadi pertimbangan untuk menjangkau konsumen yang menginginkan mobil kecil hybrid dengan kemampuan listrik murni yang lebih panjang.