PALANGKA RAYA — Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Riset Sosial Humaniora dari Fakultas Bahasa, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi UMPR (FBIT UMPR) mengusung proposal berjudul “ECO-MISSION AR: Gamifikasi Web dan Augmented Reality Berbasis Kearifan Ekologis Dayak untuk Meningkatkan Literasi Ekologi Siswa SMP pada Ekosistem Gambut”. Proposal ini menjadi salah satu yang lolos pendanaan nasional untuk tahun 2026.
Ketua tim, Rishella Dwitha Putri, menyatakan bahwa inovasi ini tidak sekadar mengejar prestasi akademik. “Kami ingin mengenalkan nilai-nilai ekologis masyarakat Dayak melalui media pembelajaran yang interaktif dan sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini,” ujarnya di Palangka Raya, Senin.
Empat Mahasiswa di Balik ECO-MISSION AR
Selain Rishella, tim ini beranggotakan Erni Yaya, Heniewati, dan William Hans Permana. Selama proses persiapan, mereka melakukan riset lapangan, penyusunan konsep program, penguatan kajian literatur, hingga pendampingan intensif bersama dosen pembimbing, Mohamad Nor Aufa, M.Pd. Proses ini memastikan proposal memiliki dasar akademik yang kuat dan relevan dengan kebutuhan pendidikan lingkungan di Kalimantan Tengah.
Mohamad Nor Aufa mengapresiasi kerja keras mahasiswa bimbingannya. “Ide yang diangkat mahasiswa sangat relevan dengan isu lingkungan di Kalimantan Tengah. Mereka berhasil menggabungkan teknologi, pendidikan, dan kearifan lokal Dayak dalam satu inovasi pembelajaran,” tuturnya.
Mengapa Ekosistem Gambut Jadi Target?
Kalimantan Tengah memiliki lahan gambut yang luas dan rentan terhadap kerusakan. ECO-MISSION AR dirancang sebagai media pembelajaran digital yang kontekstual agar siswa SMP lebih mudah memahami pentingnya menjaga ekosistem gambut. Program ini memadukan teknologi augmented reality, gamifikasi web, dan nilai-nilai kearifan ekologis masyarakat Dayak.
Selain berkontribusi di bidang pendidikan, program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat apresiasi terhadap budaya lokal Kalimantan Tengah.
Fakta Singkat ECO-MISSION AR
- Tim terdiri dari 4 mahasiswa FBIT UMPR: Rishella Dwitha Putri, Erni Yaya, Heniewati, dan William Hans Permana.
- Pendanaan sebesar Rp 6.500.000 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk tahun 2026.
- Target pengguna: siswa SMP di Kalimantan Tengah untuk meningkatkan literasi ekologi pada ekosistem gambut.
- Teknologi yang digunakan: augmented reality (AR) dan gamifikasi berbasis web.
Langkah Selanjutnya: Uji Coba di Sekolah dan Target PIMNAS
Keberhasilan meraih pendanaan ini menjadi langkah awal bagi tim untuk mengembangkan program secara optimal di sekolah-sekolah. Melalui implementasi tersebut, ECO-MISSION AR diharapkan mampu meningkatkan literasi ekologi siswa sekaligus menghadirkan karya mahasiswa UMPR yang bermanfaat bagi masyarakat. Tim juga menargetkan untuk lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa UMPR lainnya untuk terus berinovasi, menghasilkan karya kreatif, dan mengembangkan gagasan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional.