PALANGKA RAYA — Ajang balap motor Gubernur Cup Drag Bike Championship 2026 resmi dibuka Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Sabtu (23/5). Kejuaraan yang berlangsung hingga Minggu (24/5) ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.
Sebanyak 22 kelas perlombaan dipertandingkan dalam event ini. Mulai dari kelas bracket 8 detik hingga 11 detik, sport 2 tak, bebek tune up, matic open, hingga kelas sunmori lokal Kalteng. Pembalap dari berbagai daerah tercatat turut ambil bagian.
Kolaborasi Pemprov, Tim Balap, dan IMI
Kejuaraan otomotif ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan Putra Kahayan Racing Team dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalteng. Panitia menyiapkan total hadiah Rp200 juta bagi para pemenang.
Selain hadiah utama, sejumlah doorprize menarik seperti sepeda motor, sepeda listrik, dan aneka hadiah lainnya juga disiapkan untuk memeriahkan acara. Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pelaksanaan.
Gubernur: Bukan Sekadar Kompetisi, tapi Bukti Kesiapan Daerah
Dalam sambutannya, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan bahwa event ini bukan sekadar ajang balapan biasa. Menurutnya, penyelenggaraan Gubernur Cup Drag Bike Championship menjadi bukti kesiapan Kalimantan Tengah menggelar event olahraga berskala lebih besar.
"Event ini bukan hanya tentang balapan, tetapi juga menunjukkan bahwa Kalimantan Tengah siap menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga motor, baik tingkat regional maupun nasional," ujar Agustiar.
Pesan ke Generasi Muda: Hindari Balapan Liar dan Narkoba
Agustiar juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda yang hadir. Ia berharap kegiatan otomotif seperti ini bisa menjadi sarana positif penyaluran bakat dan minat.
"Kepada anak-anak muda, generasi penerus, saya berpesan agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, menghindari balapan liar, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba, minuman keras, judi online, dan pergaulan bebas," pesannya.
Menekan Balapan Liar dan Membina Atlet Daerah
Penyelenggaraan kejuaraan ini diharapkan mampu menekan praktik balapan liar yang kerap meresahkan masyarakat. Selain itu, ajang ini menjadi langkah pembinaan atlet balap daerah secara berkelanjutan.
Agustiar berharap kejuaraan drag bike ini bisa menjadi wadah penyaluran bakat generasi muda di bidang otomotif sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Kalimantan Tengah.