PALANGKA RAYA — Perbaikan jarak pandang menjadi 100 meter itu disampaikan Agus Hartarto dari Solidaritas Grab Palangka Raya (Teras Grab). Menurutnya, kondisi tersebut terjadi setelah kabut asap menyelimuti wilayah Kalimantan Tengah selama sebulan terakhir.
Meski asap menipis, pengemudi ojek online tetap bekerja di jalan dan masih terpapar sisa kabut. Kelompok ini disebut paling merasakan dampak karena menghabiskan banyak waktu di luar ruangan.
Pemerintah menyalurkan sejumlah bantuan selama masa kabut asap. Bentuknya pemeriksaan kesehatan, pembagian masker gratis, dan vitamin bagi warga.
Selain itu, pemerintah menyalurkan sembako serta menyediakan beberapa titik rumah oksigen bagi warga yang membutuhkan. Langkah tersebut menyasar mereka yang paling terdampak paparan asap.
Aplikator Grab turut memberikan bantuan kepada para pengemudi. Bantuan berupa masker, obat-obatan, vitamin, dan obat tetes mata untuk menjaga kesehatan pengemudi selama beraktivitas.
"Dari pihak aplikator Grab juga memberikan bantuan berupa masker, obat-obatan, berbagai vitamin, dan obat tetes mata," kata Agus Hartarto.
Bantuan itu diberikan saat kondisi udara belum sepenuhnya pulih. Pengemudi diminta tetap menjaga kesehatan meski jarak pandang sudah membaik.
Paparan asap berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi pengemudi yang banyak berada di jalan. Karena itu, masker dan vitamin dinilai penting selama kualitas udara belum normal.
Perbaikan jarak pandang dari 30 meter menjadi 100 meter menjadi indikator awal membaiknya kondisi di Palangka Raya. Warga tetap diimbau waspada karena kabut asap belum sepenuhnya hilang.