Harga Cabai di Palangka Raya Stabil Meski Nasional Naik, Pasokan Blitar dan Karo Jadi Penopang

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 06:03:01 WIB
Tim TPID memeriksa harga cabai di sejumlah pedagang Palangka Raya pada Senin (19/10/2026).

PALANGKA RAYA — Hasil inspeksi mendadak Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada Senin (19/10/2026) mencatat harga cabai merah keriting dan cabai merah besar justru turun. Sementara harga cabai rawit merah dan cabai rawit hijau relatif tetap di tingkat pedagang.

Zaini mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah. Rapat berlangsung virtual dari Ruang Command Center Kantor Wali Kota Palangka Raya dan dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri.

Blitar, Karo, dan Banyuwangi Jadi Pemasok Utama

Pasokan cabai ke Palangka Raya selama ini bergantung pada tiga daerah pemasok. Blitar dan Karo menjadi langanan utama, dengan tambahan kiriman dari Banyuwangi ketika kebutuhan meningkat.

Menurut Zaini, kerja sama antardaerah itulah yang membedakan Palangka Raya dari sejumlah wilayah lain. Di banyak kabupaten/kota, harga cabai ikut melonjak mengikuti tren nasional.

"Meskipun secara nasional harganya naik, harga cabai di Kota Palangka Raya bisa stabil karena adanya kerja sama antardaerah dengan Blitar dan Karo. Selain itu, pasokan cabai juga berasal dari Banyuwangi," ujarnya.

Beras Medium dan Premium Ikut Jadi Perhatian

Rapat koordinasi juga menyoroti komoditas beras yang secara nasional mencatat kenaikan. Rata-rata harga beras medium naik 0,18 persen dan beras premium meningkat 0,15 persen secara kumulatif.

Pemerintah kota menyiapkan langkah antisipasi menyikapi laporan kelangkaan beras di sejumlah daerah. Zaini memastikan stok beras di Palangka Raya masih dalam kondisi terkendali.

"Secara umum, disampaikan bahwa indeks perkembangan harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan. Salah satunya adalah cabai rawit dan beras. Khusus untuk Kota Palangka Raya, dua komoditas tersebut masih aman," kata Zaini.

313 Kabupaten/Kota Catat Kenaikan Harga

Paparan nasional dalam rapat tersebut menunjukkan IPH minggu ketiga Oktober 2026 mencatat 313 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga. Sebanyak 34 daerah mengalami penurunan dan 13 daerah relatif stabil.

Selain cabai merah dan cabai rawit, penyumbang kenaikan di berbagai wilayah meliputi beras dan daging ayam ras. Di sisi lain, harga bawang merah secara umum turun 1,77 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Zaini menegaskan pasokan yang tersedia saat ini masih mencukupi kebutuhan warga Palangka Raya. Stok cabai dinilai relatif aman sehingga harga tetap terkendali hingga rapat berikutnya.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: zonakota.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top