Cak Imin Genjot Pertanian di 88 Kabupaten demi Tekan Kemiskinan

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 11:08:31 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan keterangan kepada wartawan di Kalibata, Jakarta, Senin (19/10/2026).

KALIMANTAN TENGAH — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyiapkan program pemberdayaan pertanian di 88 kabupaten/kota prioritas untuk menekan angka kemiskinan menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Langkah ini ditempuh agar jumlah warga penerima bantuan sosial berkurang seiring mereka naik kelas secara ekonomi. Komoditas seperti kopi, cabai, singkong, dan peternakan ayam jadi andalan karena dinilai paling cepat mengangkat pendapatan warga miskin.

Di kawasan Kalibata, Jakarta, Senin (19/10/2026), Muhaimin menyampaikan evaluasi itu usai bertamu ke kediaman Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Pertemuan tersebut membahas langsung pelaksanaan pemberdayaan di sektor pertanian, termasuk target capaian kerja dan sasaran ke depan. Muhaimin menegaskan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto: penanggulangan kemiskinan ditempuh lewat pemberdayaan, bukan sekadar menambah anggaran bantuan.

Mengapa Pemberdayaan Dipilih Ketimbang Bansos

Menurut Muhaimin, pendekatan pemberdayaan dinilai paling efektif karena memutus ketergantungan masyarakat terhadap subsidi. Warga yang naik kelas otomatis keluar dari daftar penerima bantuan sosial.

"Pak Prabowo menilai bahwa penanggulangan kemiskinan yang paling efektif dan tepat adalah melalui pemberdayaan. Apa yang dilakukan dengan cara kerja pemberdayaan? Mengurangi kemiskinan sekaligus mengurangi jumlah masyarakat penerima subsidi agar mereka naik kelas," ujar Muhaimin.

Ia menambahkan, perpindahan status dari miskin ke kelas menengah dan naiknya skala UMKM akan langsung menekan jumlah penerima bansos. "Baik dari kemiskinan ke kelas menengah, maupun UMKM yang naik kelas, maka secara otomatis jumlah penerima bantuan sosial akan berkurang," imbuhnya.

Kopi hingga Ayam Jadi Komoditas Andalan

Sejumlah model pemberdayaan disebut sudah menunjukkan hasil di lapangan. Pemerintah menyasar wilayah miskin sekaligus memilih komoditas yang memberi dampak cepat terhadap pendapatan warga.

"Selain menyasar lokasi wilayah miskin, kita juga menyoroti komoditas serta model pemberdayaan yang cepat. Misalnya penanaman komoditas seperti kopi, cabai, singkong, hingga peternakan ayam. Hal-hal seperti inilah yang mampu mempercepat penanggulangan kemiskinan," jelas Muhaimin.

Untuk jangka panjang, pemerintah mengandalkan hilirisasi pertanian. Muhaimin menyebut pengolahan kelapa sebagai contoh konkret yang sudah menembus pasar ekspor, mulai dari hulu hingga produk hilir.

"Pak Mentan ini berhasil membuat satu produk konkret hilirisasi kelapa, mulai dari hulu sampai produk hilirnya yang bahkan sudah diekspor. Nah, untuk jangka panjangnya, model ini akan diduplikasi dan diperbanyak sebagai contoh pemberdayaan," tuturnya.

Meski begitu, program pemberdayaan tetap akan disesuaikan dengan komoditas unggulan masing-masing daerah, bukan diseragamkan secara nasional.

Langkah Cepat dan Terukur Jadi Tindak Lanjut

Hasil evaluasi dua tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran mendorong pemerintah mempercepat eksekusi program. Muhaimin menyebut tindak lanjutnya adalah langkah yang lebih konkret, lengkap dengan target dan tahapan yang terukur.

Untuk mematangkan konsep, ia berencana memanggil menteri-menteri terkait dalam waktu dekat. Agenda utamanya menyusun target lokasi basis kemiskinan serta menentukan komoditas dan jenis program yang sesuai di tiap daerah.

"Kami akan segera mengundang menteri-menteri terkait untuk bersama-sama menyusun target lokasi basis kemiskinan, serta menentukan komoditas dan jenis program yang sesuai," kata Muhaimin.

Prosesnya akan mencakup seluruh rantai nilai, dari penanaman, pengolahan dasar, hingga tahap outcome agar produk siap diekspor atau masuk pasar. Urusan pengemasan dan target konsumen juga masuk dalam pembahasan.

Bagi pemerintah, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari turunnya angka kemiskinan, tetapi juga dari berkurangnya beban subsidi dan bansos di APBN. Dengan 88 kabupaten/kota prioritas sebagai pijakan awal, sektor pertanian ditempatkan sebagai mesin utama pengentasan kemiskinan dalam dua tahun ke depan.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top