SAMPIT — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan bahwa Pelabuhan Bagendang merupakan salah satu pintu utama penggerak perekonomian daerah sehingga kelancaran aktivitasnya harus terus dijaga. Pengecekan langsung diperlukan untuk memastikan kondisi operasional di lapangan sesuai dengan laporan yang diterima pemerintah daerah.
"Berdasarkan penjelasan pihak pengelola, aktivitas di Pelabuhan Bagendang berjalan lancar ya," kata Agustiar di sela peninjauan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap kelancaran aktivitas pelabuhan tersebut terus terjaga sehingga distribusi barang, terutama bahan kebutuhan pokok, tetap berlangsung baik dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi di tengah kondisi karhutla.
Head Terminal Peti Kemas Bagendang Bumiharjo Akhmad Fajar menjelaskan aktivitas bongkar muat dan distribusi logistik hingga saat ini berjalan dengan baik meskipun Kalimantan Tengah menghadapi karhutla. Kelancaran aktivitas di pelabuhan memastikan distribusi bahan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga, khususnya di wilayah Kabupaten Kotim, Seruyan dan Katingan.
"Alhamdulillah, selama kondisi kebakaran hutan dan lahan ini, aktivitas kita tetap normal, terutama distribusi bahan sembako kepada masyarakat," ujarnya.
Pelabuhan Bagendang menangani aktivitas bongkar muat hingga mencapai 6.000 TEUs per bulan. Aktivitas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran arus barang dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Operasional pelabuhan tetap berjalan dengan menyesuaikan kondisi pasang surut air. Kegiatan kapal dan bongkar muat dilaksanakan sesuai kondisi perairan serta prosedur operasional standar yang berlaku.
Penyesuaian dilakukan agar aktivitas kepelabuhanan tetap berlangsung aman dan lancar. Langkah ini memastikan tidak ada hambatan berarti bagi kapal yang bersandar maupun proses bongkar muat barang.
Kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok menjadi perhatian utama di tengah kondisi karhutla yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Pasokan sembako untuk Kabupaten Kotim, Seruyan, dan Katingan sangat bergantung pada aktivitas Pelabuhan Bagendang.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menekankan pentingnya menjaga kelancaran arus barang agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Pelabuhan Bagendang berperan sebagai simpul logistik yang menghubungkan wilayah-wilayah tersebut dengan jalur distribusi utama.